Apple Kehilangan Posisi Sentral di Rantai Pasok Teknologi Global di Tengah Kebangkitan Raksasa AI dan Cloud
Sundar Pichai (kiri) dan Tim Cook (kanan) mencerminkan pergeseran kekuatan teknologi global dari perangkat konsumen ke kecerdasan buatan dan komputasi awan (Dok. Business Insider)
17:40
19 Januari 2026

Apple Kehilangan Posisi Sentral di Rantai Pasok Teknologi Global di Tengah Kebangkitan Raksasa AI dan Cloud

- Selama lebih dari satu dekade, Apple Inc. berada di pusat gravitasi rantai pasok teknologi global. Skala produksinya memungkinkan perusahaan menentukan harga, mengunci kapasitas manufaktur, sekaligus memengaruhi arah pengembangan teknologi para pemasok utama dunia. Namun, lanskap itu kini berubah. 

Kebangkitan kecerdasan buatan (AI) dan ekspansi agresif layanan komputasi awan menggeser keseimbangan kekuatan industri dari perangkat konsumen ke infrastruktur komputasi berperforma tinggi.

Dalam tatanan baru ini, keunggulan tidak lagi semata ditentukan oleh volume penjualan ponsel pintar, melainkan oleh kemampuan menyerap kapasitas manufaktur chip paling canggih untuk pusat data dan sistem AI berskala besar. Pergeseran tersebut menandai perubahan struktural dalam rantai pasok global, di mana perusahaan teknologi berbasis AI dan penyedia layanan cloud kian berperan sebagai pelanggan paling strategis bagi pemasok utama.

Dilansir dari Business Insider, Senin (19/1/2026), Kepala Riset dan Intelijen Pasar Global Circular Technology, Brad Gastwirth, menyatakan, "Apple tidak lagi menjadi pusat gravitasi industri perangkat keras."

Menurutnya, meskipun Apple masih mencatatkan volume pengiriman yang besar dan memiliki kekuatan merek yang sangat kuat, perusahaan "tidak lagi menjadi pelanggan utama bagi pabrik semikonduktor, produsen substrat, maupun pemasok komponen kunci." Gastwirth menegaskan, perubahan ini bersifat "mendasar" dalam struktur industri teknologi global.

Perubahan ini paling jelas terlihat di Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), produsen chip terbesar di dunia. Selama bertahun-tahun, TSMC dikenal sebagai pemasok utama prosesor iPhone. Namun kini, pendapatan terbesar perusahaan justru berasal dari segmen komputasi berperforma tinggi, terutama chip kecerdasan buatan untuk Nvidia dan perusahaan penyedia layanan cloud berskala besar. 

Segmen ini menyumbang sekitar 58 persen dari total pendapatan TSMC, melampaui kontribusi chip ponsel pintar. Kondisi tersebut menunjukkan bergesernya fokus investasi dan alokasi kapasitas di industri semikonduktor global.

CEO TSMC, C.C. Wei, secara terbuka menegaskan daya tarik finansial pelanggan AI. Dalam paparan kinerja terbaru, dia mengatakan klien-klien tersebut menunjukkan bukti nyata bahwa kecerdasan buatan "benar-benar membantu bisnis mereka."

Wei menambahkan, "Mereka mengembangkan bisnisnya dengan sukses dan melihat pengembalian finansial. Saya juga memeriksa kondisi keuangan mereka. Mereka sangat kaya." Pernyataan ini menegaskan mengapa pemasok semakin condong mengikuti arus permintaan dari sektor AI.

Dampaknya menjalar ke seluruh rantai pasok. Produsen memori mulai mengalihkan kapasitas dari ponsel pintar dan komputer pribadi untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI yang sangat besar, khususnya memori DRAM.

Kenaikan harga memori yang terjadi belakangan berpotensi meningkatkan biaya produksi smartphone sekaligus menekan margin. Nvidia, dengan kontrak pasokan jangka panjangnya, berada dalam posisi jauh lebih kuat dibandingkan produsen perangkat konsumen.

Tekanan juga muncul dari titik-titik yang sebelumnya kurang mendapat perhatian. Kelangkaan kain kaca berkualitas tinggi, komponen penting dalam substrat chip mendorong pemasok memprioritaskan pelanggan AI yang bersedia membayar di muka dan menandatangani kontrak multi-tahun. Apple, yang menggunakan substrat tersebut di hampir seluruh lini produknya, kini harus bersaing langsung dengan pembuat chip AI untuk pasokan yang terbatas.

Perubahan orientasi industri turut tercermin pada mitra manufaktur. Foxconn, yang selama ini dikenal sebagai perakit utama iPhone, kini memperoleh pendapatan lebih besar dari produksi server AI dibandingkan elektronik konsumen. Pelanggan dengan pertumbuhan tercepat perusahaan ini berasal dari penyedia layanan cloud berskala besar dan Nvidia, bukan lagi Apple.

Meski demikian, Apple belum kehilangan relevansinya. Perusahaan tetap menjadi salah satu pembeli komponen teknologi terbesar di dunia. Namun, dalam rantai pasok yang semakin dibentuk oleh kebutuhan AI dan komputasi awan, kekuatan penetapan harga, alokasi kapasitas, serta perencanaan jangka panjang kini lebih banyak ditentukan oleh raksasa AI dan cloud.

Sebagaimana dirangkum Gastwirth, pada dekade 2010-an Apple menjadi penentu arah industri teknologi global. Namun memasuki paruh akhir dekade 2020-an, kendali tersebut beralih ke Nvidia, para penyedia layanan cloud global, serta infrastruktur kecerdasan buatan yang menopang ekonomi digital baru.

Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Apple harus beroperasi sebagai salah satu pelanggan besar di industri, bukan lagi sebagai pusat kekuatan yang menentukan ritme rantai pasok dunia.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #apple #kehilangan #posisi #sentral #rantai #pasok #teknologi #global #tengah #kebangkitan #raksasa #cloud

KOMENTAR