Google DeepMind Integrasikan AI Gemini ke Robot Humanoid Atlas untuk Kebutuhan Industri
Robot humanoid Atlas yang dikendalikan AI Gemini Google DeepMind sedang diuji untuk operasi industri, menandai langkah baru integrasi kecerdasan buatan ke sistem fisik di pabrik (Wired)
14:36
6 Januari 2026

Google DeepMind Integrasikan AI Gemini ke Robot Humanoid Atlas untuk Kebutuhan Industri

- Google menempatkan kecerdasan buatan Gemini sebagai sistem kendali pada robot humanoid Atlas melalui kolaborasi antara Google DeepMind dan Boston Dynamics. Strategi ini menunjukkan arah strategi Google untuk memperluas peran AI dari perangkat lunak menjadi teknologi yang mengoperasikan sistem fisik di lingkungan industri.

Kolaborasi yang diumumkan dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas itu memperlihatkan arah baru pengembangan AI, yakni membawa kecerdasan tingkat lanjut ke pekerjaan manual yang selama ini sulit diotomatisasi. 

Dengan Gemini, robot humanoid diharapkan mampu memahami lingkungan yang belum dikenal, mengenali objek secara mandiri, serta menangani dan mengoperasikan berbagai objek dengan presisi tinggi.

Dilansir dari Wired, Selasa (6/1/2026), tahap awal proyek ini akan menguji robot Atlas bertenaga Gemini Robotics di pabrik otomotif milik Hyundai, perusahaan induk Boston Dynamics. Robert Playter, CEO Boston Dynamics, menegaskan nilai strategis pendekatan tersebut.

"Nilai sesungguhnya ke depan adalah ketika robot mampu memahami konteks lingkungannya dan menggunakan tangan untuk menangani berbagai objek," ujar Playter kepada Wired.

Atlas sendiri bukan pemain baru dalam dunia robotik. Boston Dynamics telah mengembangkan robot humanoid ini selama puluhan tahun, dengan reputasi global atas kemampuan fisiknya yang ekstrem, mulai dari berlari hingga melakukan manuver akrobatik. Namun, seperti humanoid lain, Atlas selama ini masih bergantung pada pemrograman terbatas dan belum memiliki kecerdasan adaptif setara manusia.

Di sinilah Gemini Robotics mengambil peran kunci. Model AI multimodal yang dikembangkan Google DeepMind ini dirancang untuk menggabungkan pemrosesan visual, bahasa, dan penalaran dalam satu sistem terpadu. Pendekatan ini memungkinkan robot mengambil keputusan berbasis situasi nyata, bukan sekadar mengikuti perintah statis yang telah diprogram sebelumnya.

Carolina Parada, direktur senior robotik Google DeepMind, menegaskan bahwa fokus perusahaannya adalah membangun kecerdasan buatan yang bersifat umum.

"Fokus robotik Google DeepMind adalah membangun AI canggih yang dapat menjadi penggerak robot serba guna," katanya, seraya menambahkan bahwa sektor otomotif hanyalah titik awal sebelum ekspansi ke aplikasi lain.

Langkah Google ini juga harus dibaca dalam konteks persaingan global. Sejumlah raksasa teknologi seperti Tesla, OpenAI, dan berbagai perusahaan rintisan di Amerika Serikat tengah mengembangkan robot humanoid mereka masing-masing. Di sisi lain, ratusan perusahaan di Tiongkok juga berlomba membangun sistem serupa, menjadikan robot humanoid sebagai medan kompetisi teknologi global berikutnya.

Namun, perluasan peran AI ke sistem fisik membawa risiko tersendiri. Playter mengakui tantangan keselamatan sebagai isu utama.

"Bahkan robot yang kecil pun bisa berbahaya," ujarnya, menegaskan bahwa jaminan keselamatan manusia menjadi prasyarat mutlak sebelum humanoid dapat diadopsi secara luas di lingkungan industri.

Bagi Google, integrasi Gemini ke robot Atlas merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas peran kecerdasan buatan ke sistem fisik industri. Data yang dihasilkan dari pengoperasian robot di lingkungan nyata akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan Gemini dalam memahami dan menangani dunia fisik, sekaligus memperkuat posisinya dalam ekosistem otomatisasi manufaktur global.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #google #deepmind #integrasikan #gemini #robot #humanoid #atlas #untuk #kebutuhan #industri

KOMENTAR