Dari Korban Disrupsi iPhone ke Pusat Infrastruktur AI Dunia, Nokia Amankan Kemitraan Strategis dengan Nvidia
Ponsel Nokia 3310 dengan logo Nvidia di latar belakang, menampilkan permainan Snake sebagai simbol dominasi Nokia sebelum bertransformasi ke infrastruktur AI global (Financial Times)
17:00
5 Januari 2026

Dari Korban Disrupsi iPhone ke Pusat Infrastruktur AI Dunia, Nokia Amankan Kemitraan Strategis dengan Nvidia

Nokia, perusahaan teknologi asal Finlandia yang pernah menjadi simbol kejayaan ponsel global, kembali mengambil posisi strategis dalam lanskap kekuatan teknologi dunia. 

Setelah terpukul oleh disrupsi iPhone dan ekosistem Android lebih dari satu dekade lalu, Nokia kini muncul sebagai pemain penting dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global melalui kemitraan strategis dengan Nvidia.

Kemitraan bisnis membawa Nokia keluar dari pasar perangkat konsumen menuju peran baru sebagai penyedia infrastruktur jaringan dan pusat data bagi layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan. Di tengah derasnya investasi global pada pusat data, perusahaan ini mengandalkan teknologi jaringan optik dan sistem pengelolaan data untuk memperkuat posisinya di industri teknologi dunia.

Dilansir dari Financial Times, Senin (5/1/2026), Nvidia menjalin kemitraan strategis dengan Nokia melalui investasi senilai USD 1 miliar, atau sekitar Rp 16,7 triliun dengan kurs Rp 16.710 per dolar AS, untuk mengambil sekitar 2,9 persen saham Nokia. Kemitraan ini difokuskan pada pengembangan jaringan telekomunikasi berbasis AI, termasuk penerapan AI pada jaringan akses radio dan infrastruktur data pusat.

Transformasi tersebut kontras dengan masa lalu Nokia. Pada puncak kejayaannya pada akhir 2000-an, nada dering khas Nokia diperkirakan diputar sekitar 1,8 miliar kali per hari di seluruh dunia. Namun, kegagalan membaca pergeseran menuju ponsel pintar berbasis layar sentuh dan ekosistem aplikasi membuat dominasi itu runtuh, hingga akhirnya Nokia menjual bisnis perangkatnya kepada Microsoft pada 2014 senilai 5,4 miliar euro, setara Rp 105,6 triliun dengan kurs Rp 19.560 per euro.

Chief Executive Nokia saat ini, Justin Hotard, menilai kemampuan beradaptasi sebagai fondasi utama perusahaan. "Nokia memiliki warisan panjang dalam beradaptasi. Ada kesadaran bahwa masalah yang kami selesaikan kemarin tidak selalu sama dengan tantangan yang harus kami jawab hari ini. Kemampuan untuk bergeser dan menyesuaikan diri itu sudah menjadi sesuatu yang alami bagi Nokia," ujarnya kepada Financial Times.

Selain itu, peralihan Nokia ke infrastruktur AI ditopang oleh ekspansi strategis yang telah dilakukan sebelumnya. Perusahaan ini mengakuisisi penyedia jaringan optik asal Amerika Serikat, Infinera, senilai USD 2,3 miliar, atau sekitar Rp 38,4 triliun, untuk memperkuat posisi di jaringan pusat data dan transmisi berkecepatan tinggi yang menjadi fondasi pengembangan kecerdasan buatan.

Sementara itu, bagi Nvidia, kemitraan membuka peluang untuk memperluas penerapan teknologi AI ke sektor telekomunikasi global. Dalam pernyataan resminya, Nvidia menyatakan bahwa kerja sama ini akan "mempercepat penerapan kecerdasan buatan pada jaringan telekomunikasi dan meningkatkan efisiensi operasional operator di seluruh dunia."

Dampak langsung dari arah baru terlihat di pasar. Saham Nokia melonjak setelah pengumuman kemitraan itu, seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap strategi perusahaan dalam memanfaatkan siklus pertumbuhan AI. Sejalan dengan itu, lembaga pemeringkat Moody's mengubah prospek Nokia menjadi positif, dengan menyoroti penguatan bisnis jaringan dan pusat data.

Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan risiko volatilitas investasi AI dan ketatnya persaingan dengan pemain global lain di sektor jaringan dan pusat data. Tantangan itu menunjukkan bahwa kebangkitan Nokia belum tentu linear dan masih bergantung pada eksekusi strategi jangka panjang.

Namun, perjalanan Nokia dari perusahaan yang terpukul oleh kehadiran iPhone dan perubahan arah industri ponsel hingga menjadi bagian penting dari infrastruktur AI global menegaskan satu hal: dalam ekonomi teknologi dunia, kemampuan untuk bertransformasi sering kali lebih menentukan daripada kejayaan masa lalu.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #dari #korban #disrupsi #iphone #pusat #infrastruktur #dunia #nokia #amankan #kemitraan #strategis #dengan #nvidia

KOMENTAR