Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II
-
Nathan Tjoe-A-On mencetak rekor 2.332 menit bermain di klub Belanda, Willem II.
-
Statistik ini melampaui rekor pribadinya saat masih membela klub Excelsior musim 2022/2023.
-
Performa reguler Nathan menjadi sinyal positif untuk persaingan posisi bek kiri Timnas Indonesia.
Performa memukau ditunjukkan oleh pilar pertahanan Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, saat merumput bersama klubnya saat ini.
Pemain keturunan Indonesia yang beroperasi di sektor kiri ini berhasil mengukir catatan durasi bermain paling produktif sepanjang sejarah karier profesionalnya.
Kepercayaan penuh dari juru taktik Willem II membuat pemain berusia 24 tahun tersebut menjadi sosok yang tak tergantikan.
Nathan tercatat telah turun ke lapangan dalam 27 pertandingan di berbagai ajang kompetisi resmi musim ini.
Akumulasi durasi penampilannya kini telah menyentuh angka yang sangat impresif yakni total 2.332 menit bermain.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan statusnya sebagai pemain kunci dalam skema permainan tim di kasta kedua Belanda.
Tidak hanya sekadar menjaga pertahanan, ia juga aktif memberikan kontribusi nyata dalam upaya penyerangan timnya.
Hingga saat ini, Nathan sudah menyumbangkan satu gol serta satu umpan matang yang berbuah gol bagi klubnya.
Fleksibilitasnya di sisi kiri lapangan memungkinkan ia berperan sangat efektif baik sebagai bek maupun sayap kiri.
Konsistensi yang ia tunjukkan di setiap laga menjadi alasan utama mengapa dirinya terus mendapatkan menit bermain reguler.
Angka menit bermain musim ini secara resmi telah melewati pencapaian terbaiknya ketika masih membela klub Excelsior.
Pada periode musim 2022/2023 silam, ia sempat mencatatkan jam terbang setinggi 2.318 menit saat berada di sana.
Kenaikan statistik ini menjadi angin segar bagi perkembangan kualitas fisik serta pemahaman taktik sang pemain di lapangan.
Situasi ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi sulit yang pernah ia alami pada beberapa musim kompetisi sebelumnya.
Nathan sempat berjuang keras mendapatkan kesempatan bermain saat masih berseragam Swansea City di Inggris maupun SC Heerenveen.
Meskipun sempat kesulitan di Inggris, ia tetap memiliki bekal pengalaman berharga dari ketatnya persaingan sepak bola Britania.
Pemain kelahiran Rotterdam ini tercatat pernah merasakan atmosfer kompetitif di kasta kedua Liga Inggris atau divisi Championship.
Selain itu, ia juga memiliki jam terbang dalam turnamen bergengsi seperti Piala FA serta kompetisi Piala Liga.
Pengalaman internasional tersebut membentuk mentalitas bertandingnya menjadi jauh lebih matang saat kembali berkarier di tanah Belanda.
Kemampuan adaptasinya yang cepat terbukti mampu membuatnya bangkit dan mencapai level performa tertinggi saat ini di klub.
Peningkatan performa di level klub ini diprediksi akan memperkuat posisinya untuk kembali dipanggil memperkuat Timnas Indonesia.
Persaingan untuk memperebutkan posisi bek kiri di dalam skuad asuhan Shin Tae-yong memang dikenal sangat kompetitif.
Terdapat nama-nama besar lain yang juga memperebutkan posisi serupa di dalam komposisi utama tim nasional Indonesia.
Beberapa pemain yang sering menjadi pilihan utama pelatih di sektor tersebut adalah Calvin Verdonk serta Dean James.
Nama Shayne Pattynama juga sering menjadi pilihan utama yang membuat persaingan di posisi ini menjadi sangat sengit.
Akibat ketatnya persaingan tersebut, Nathan beberapa kali harus bersedia digeser untuk mengisi posisi sebagai pemain tengah.
Namun, konsistensi luar biasa yang ia tunjukkan di Willem II bisa menjadi modal kuat untuk kembali ke posisi aslinya.
Jika ia mampu mempertahankan level permainan ini, peluang untuk menjadi pilihan utama di posisi bek kiri kembali terbuka.
Mengingat usianya yang masih sangat muda, perjalanan karier Nathan bersama tim nasional Indonesia diprediksi masih sangat panjang.
Ia diharapkan mampu menjadi tumpuan jangka panjang bagi lini pertahanan tim Garuda di berbagai ajang internasional mendatang.
Tag: #nathan #tjoe #sering #hangatkan #bangku #cadangan #tapi #kini #meledak #willem