Danantara Kaji Skema Pendanaan Beli 50 Pesawat Boeing untuk Garuda
Ilustrasi pesawat Boeing 737-800 NG yang dioperasikan Garuda Indonesia.(WIKIMEDIA COMMONS/BAHNFREND)
06:04
27 Februari 2026

Danantara Kaji Skema Pendanaan Beli 50 Pesawat Boeing untuk Garuda

- Danantara Indonesia tengah mengkaji berbagai opsi pendanaan untuk merealisasikan rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing untuk Garuda Indonesia.

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas mengatakan, sumber pendanaan (sources of fund) untuk pengadaan armada tersebut bisa beragam. Skema pembiayaan tidak terbatas pada penyertaan modal negara maupun kas internal maskapai.

Menurut dia, salah satu opsi yang terbuka adalah supplier’s credit atau kredit dari pihak produsen pesawat. Melalui skema tersebut, pembayaran dapat dilakukan secara bertahap sesuai hasil negosiasi dengan Boeing.

“Supplier’s credit juga ada kan. Ke Boeing kita juga bisa mencicil. Itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan,” ujar Rohan dalam diskusi dengan media di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Anak Usaha Garuda Indonesia Perluas Jasa Outsourcing Global

Managing Director Stakeholders Management Danantara Rohan Hafas. DOK. PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK Managing Director Stakeholders Management Danantara Rohan Hafas. Rohan menuturkan aspek yang juga krusial saat ini adalah waktu pengiriman (delivery time). Menurut dia, pemilihan jenis pesawat menjadi kurang relevan jika unit yang dipesan tidak dapat tersedia dalam waktu yang dibutuhkan.

Ia menyebut kebutuhan tambahan armada bersifat mendesak, sementara antrean produksi pesawat secara global cukup panjang. Rohan mengatakan, pihaknya harus menyusun strategi secara matang apabila waktu tunggu pengiriman masih terlalu lama.

"Bukan milih jenis aja, delivery time juga kan. Mau milih jenis pesawat yang mana, kalau delivery timenya juga gak segera kita harus diputar otak dulu kan," ucapnya.

Baca juga: Danantara Ungkap Timpangnya Frekuensi Penerbangan Garuda dengan Singapore Airlines

Rohan memastikan hingga saat ini belum ada pemesanan resmi yang dilakukan Garuda Indonesia kepada Boeing. Posisi Indonesia masih sebatas calon pembeli karena proses negosiasi, terutama terkait waktu tunggu, masih berlangsung.

Ia mengungkapkan rata-rata waktu tunggu pengiriman pesawat bisa mencapai tujuh tahun dan berlaku hampir di seluruh dunia.

"Karena kita bilang butuh lebih cepat dari 7 tahun, nunggu, 7 tahun nunggunya, antre rata-rata, rata-rata seluruh dunia sama," kata dia.

Baca juga: Garuda Hibahkan Boeing 737 untuk Manasik Haji di Aceh

Terkait rencana pembelian 50 unit pesawat, Rohan menjelaskan angka tersebut masih dalam pembahasan teknis. Jumlah itu mencerminkan kesiapan Indonesia untuk membeli, namun realisasinya sangat bergantung pada kapasitas produksi Boeing.

Menurut dia, hingga kini Boeing belum memberikan jawaban pasti mengenai jumlah unit yang mampu mereka kirimkan dalam jangka waktu yang diharapkan.

"Secara teknis kita siap membeli 50. Tapi Boeing belum menjawab apakah mampunyai 10, 20, atau berapa. Itu belum," pungkasnya.

Baca juga: Kesepakatan Dagang dengan AS, Bos Danantara Sebut RI Akan Beli 50 Pesawat Boeing hingga Impor Energi

Tag:  #danantara #kaji #skema #pendanaan #beli #pesawat #boeing #untuk #garuda

KOMENTAR