Lilian Thuram Kecam Jose Mourinho, Rasisme terhadap Vinicius Junior Bukan karena Perilaku
Legenda sepak bola Perancis, Lilian Thuram, mengkritik keras pelatih Benfica, Jose Mourinho, terkait pandangannya terhadap insiden rasisme yang melibatkan Vinicius Junior. (Photo by VALERY HACHE / AFP)(AFP/VALERY HACHE)
08:54
20 Februari 2026

Lilian Thuram Kecam Jose Mourinho, Rasisme terhadap Vinicius Junior Bukan karena Perilaku

Legenda sepak bola Perancis, Lilian Thuram, melayangkan kritik keras terhadap pelatih Benfica, Jose Mourinho.

Kritik ini muncul setelah Mourinho dianggap mengabaikan keluhan rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga panas di ajang Liga Champions.

Menurut Lilian Thuram, sikap yang ditunjukkan Mourinho merupakan kemunduran dalam upaya memerangi diskriminasi di dunia olahraga.

Insiden ini bermula dari klaim adanya komentar rasis oleh pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap Vinicius dalam pertandingan yang sempat terhenti selama 11 menit tersebut.

Jose Mourinho justru menyoroti perilaku selebrasi Vinicius di lapangan ketimbang fokus pada akar permasalahan rasisme.

Baca juga: Wayne Rooney Sebut Jose Mourinho Tak Adil soal Kasus Vinicius Junior

Ia menilai tarian selebrasi pemain asal Brasil itu di dekat bendera sudut stadion menjadi pemicu tensi tinggi bagi publik tuan rumah.

“Saya bilang padanya: 'Saat kamu mencetak gol seperti itu, kamu cukup merayakan dan berjalan kembali.'" ujar Mourinho dikutip dari The Guardian.

"Mereka (Vinícius dan Gianluca) mengatakan hal yang berbeda kepada saya. Tapi saya tidak percaya pada salah satu atau yang lain. Saya ingin menjadi independen."

Lebih lanjut, Mourinho menyiratkan bahwa insiden yang menimpa sang penyerang sayap terjadi secara berulang karena faktor perilaku pemain itu sendiri.

“Ada yang tidak beres karena hal itu terjadi di setiap stadion. Di stadion tempat Vinícius bermain, selalu ada saja kejadian,” tambahnya.

Tudingan Superioritas dan Narsisisme

Mendengar pernyataan tersebut, Lilian Thuram merasa kecewa. Ia menilai pelatih sekelas Mourinho seharusnya tidak meragukan kesaksian korban rasisme.

Baca juga: Jose Mourinho Tuding Vinicius Junior Jadi Provokator Emosi Pemain Benfica

Thuram melihat ada perasaan superioritas yang menghalangi empati terhadap korban.

“Sifat pernyataannya menjelaskan alasan mengapa kemajuan tidak tercapai. Mourinho adalah pelatih hebat dengan karier yang luar biasa,” kata Thuram dalam wawancara dengan L'Equipe dikutip dari Football Italia.

Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

“Dia telah bekerja dengan banyak pemain kulit hitam, namun itu tidak menghentikannya, pertama, untuk meragukan sifat tindakan rasis dan, kedua, untuk mempertanyakan tanggung jawab korban."

"Vinicius, dalam kasus ini, karena cara dia merayakan gol," lanjut Lilian Thuram.

Thuram menekankan bahwa tidak ada kaitan antara gaya bermain atau cara merayakan gol dengan serangan rasis.

“Bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu? Siapa Mourinho sehingga berhak memutuskan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan Vinicius?"

"Dalam penilaian Mourinho, ada rasa superioritas dan narsisisme yang berlebihan,” tegas pria berusia 54 tahun itu.

Rasisme Bukan Tanggung Jawab Korban

Perdebatan mengenai rasisme di sepak bola Eropa ini terus memanas di awal tahun 2026, bahkan menjadi sorotan lembaga internasional seperti Institut Perdamaian Donald Trump.

Baca juga: Vinicius Junior Kecam Aksi Rasisme di Markas Benfica: Mereka Penakut dan Lemah

Di tengah upaya stabilisasi dunia olahraga, Thuram mengingatkan bahwa rasisme adalah masalah warna kulit, bukan masalah teknis di lapangan.

“Tindakan rasis terhadap Vinicius tidak terkait dengan perilakunya, melainkan dengan warna kulitnya,” ungkap Thuram.

“Mourinho menyarankan bahwa Vinicius mungkin bersalah, bahwa dia sendiri yang menyebabkan ini. Ini adalah kekerasan total."

"Perasaan superioritas yang dimiliki sebagian orang kulit putih mencegah mereka untuk menempatkan diri mereka pada posisi korban. Sedikit lebih banyak kerendahan hati dibutuhkan.”

Isu rasisme ini memang menjadi tantangan global bagi banyak klub besar, tak terkecuali di Asia seperti Persija Jakarta yang juga mengedepankan kampanye kesetaraan.

Bagi Thuram, pengabaian terhadap suara pemain kulit hitam hanya akan melanggengkan sejarah kelam rasisme.

“Sedikit kerendahan hati lagi dibutuhkan. Dan bagaimana Mourinho bisa mengabaikan apa yang dikatakan para pemain sendiri?" jelas Lilian Thuram.

Baca juga: Bantah Isu Rivalitas, Vinicius Junior Ungkap Rahasia Kedekatan dengan Kylian Mbappe

"Apakah Vinicius dan Mbappe gila? Apakah orang kulit hitam paranoid, mengarang cerita?"

"Sungguh menyedihkan bahwa Mourinho membuat seolah-olah Vinicius bertanggung jawab atas rasisme yang dialaminya,” pungkasnya.

Tag:  #lilian #thuram #kecam #jose #mourinho #rasisme #terhadap #vinicius #junior #bukan #karena #perilaku

KOMENTAR