Dari Kickboxing ke Atletico Madrid, Perjalanan Tak Biasa Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen
Kiper keturunan Indonesia, Tony Kouwen. (Instagram/@teamnio_sportmanagement)
12:06
15 Februari 2026

Dari Kickboxing ke Atletico Madrid, Perjalanan Tak Biasa Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen

Baca 10 detik
  • Penjaga gawang keturunan Indonesia, Tony Kouwen, kini sedang menjalani masa percobaan di klub raksasa Spanyol, Atletico Madrid.
  • Kakek Tony Kouwen lahir dan besar di Bali, menjadi dasar keturunan Indonesianya, meskipun Tony sempat menekuni kickboxing.
  • Tony menimba ilmu profesional di FC Dordrecht, belajar peran kiper modern sebagai bagian dari pembangunan serangan tim.

Satu lagi pemain keturunan Indonesia menyedot perhatian pecinta sepak bola nasional, Tony Kouwen.

Pemain berposisi penjaga gawang ini sekarang tengah menjalani trial di raksasa Laliga, Atletico Madrid.

Tony Kouwen ialah anak pertama dari pasangan Toon Kouwen dan Corrina Kouwen.

Ayah Tony seorang pengusaha di bidang besi tua, sedangakn ibunya berprofesi sebagai bintang reality show.

Ayah dari Corrina diketahui lahir dan besar di Bali. Hal itu yang membuat Tony Kouwen memiliki garis keturunan Indonesia.

Menariknya, sebelum menjadi pesepak bola, Tony rupanya menekuni olahraga kickboxing. Namun keinginan bermain bersama teman-temannya membawanya bergabung dengan FC Welberg saat berusia sembilan tahun.

Setahun kemudian, Tony direkrut Arien Pietersma, mantan kiper NAC Breda dan Willem II, untuk bergabung dengan RKSV Halsteren.

Selain itu, ia juga menjalani latihan tambahan kiper dan pengembangan teknik.

Di Halsteren, Tony mulai merasakan atmosfer pertandingan melawan klub-klub profesional seperti FC Den Bosch dan FC Groningen.

Performa konsisten membuat Tony mendapat kontrak pembinaan di FC Dordrecht. Di sinilah ia merasakan atmosfer profesional sesungguhnya.

Tony belajar bahwa kiper modern bukan hanya penjaga gawang, tetapi juga pemain ke-11 yang mampu membangun serangan.

“Saya belajar berani di belakang garis terakhir. Itu yang paling penting,” ujar Tony seperti dilansir dari Internetbode.nl

Setelah satu musim di Dordrecht, sejumlah klub besar menawarkan kesempatan trial.

Keluarga akhirnya memilih ADO Den Haag karena dinilai paling konkret dan serius dalam pengembangan pemain muda.

Di sana, Tony langsung ditempatkan di skuad U-17. Sebelum akhirnya saat ini menjalani trial di Atletico Madrid.

Kontributor: Azka Putra

Editor: Irwan Febri

Tag:  #dari #kickboxing #atletico #madrid #perjalanan #biasa #kiper #keturunan #indonesia #tony #kouwen

KOMENTAR