Borneo FC Lambat di Bursa Transfer, Fabio Lefundes Singgung Anomali di BRI Super League
- Bursa transfer paruh musim BRI Super League Januari 2026 menunjukkan dinamika sangat aktif, dinilai unik oleh pelatih Borneo FC Fabio Lefundes.
- Perubahan signifikan komposisi tim di tengah musim berdampak langsung pada konsistensi permainan klub-klub peserta liga.
- Persija Jakarta merekrut Shayne Pattynama dan Paulo Ricardo, sementara Persis Solo mendatangkan beberapa pemain asing baru.
Bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 pada periode 1–23 Januari 2026 berlangsung cukup dinamis.
Sejumlah klub memanfaatkan jendela transfer untuk memperkuat skuad demi menghadapi putaran kedua kompetisi.
Namun menurut pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes situasi di bursa tranfer Januari 2026 cukup mengherankan.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, dinamika transfer di Liga Indonesia tergolong unik dan jarang ditemui di banyak negara lain.
Fabio Lefundes menilai bahwa setelah putaran pertama kompetisi selesai, bursa transfer di Indonesia justru bergerak sangat aktif.
Kondisi ini, kata dia, berbeda dengan mayoritas liga di berbagai belahan dunia yang cenderung lebih stabil di tengah musim.
PerbesarBorneo FC berhasil menumbangkan Persija Jakarta dalam laga pekan ketujuh Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (28/9/2025). [X@BorneoSMR]“Saya selalu bilang di Liga Indonesia ini, pada saat selesai putaran pertama dan ada bursa transfer, ini adalah salah satu negara di mana banyak sekali terjadi transfer pemain,” ujar Lefundes.
Pelatih Borneo FC itu menilai derasnya arus keluar-masuk pemain menjadi fenomena tersendiri dalam perjalanan Liga Indonesia.
Menurutnya, perubahan komposisi tim yang cukup signifikan di tengah musim bisa berdampak langsung terhadap konsistensi permainan klub.
Fabio Lefundes juga mengaitkan kondisi tersebut dengan performa apik yang ditunjukkan Borneo FC pada putaran pertama kompetisi.
Ia mengakui, hasil positif yang diraih Pesut Etam membuat banyak klub lain tertarik untuk merekrut pemain-pemain andalannya.
“Kita tahu putaran pertama kami sangat bagus. Ada banyak klub yang mau pemain kami, dan ada banyak pemain yang juga mau gabung dengan kami,” ungkapnya.
Seperti diketahui, sejumlah klub seperti Persija Jakarta cukup mudah mendapatkan rekrutan anyar di bursa transfer Januari 2026.
Persija Jakarta melakukan pergerakan signifikan, terutama di sektor pertahanan.
Macan Kemayoran resmi merekrut bek kiri Timnas Indonesia Shayne Pattynama serta mendatangkan bek asal Brasil, Paulo Ricardo.
Selain itu, Persija juga menambah daya gedor lewat kehadiran Alaeddine Ajaraie.
Di sisi lain, Persija melepas beberapa pemain, di antaranya Gustavo Franca ke Arema FC serta Alfriyanto Nico yang bergabung dengan Persis Solo.
Persis Solo juga tampil agresif di bursa transfer. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut mendatangkan sejumlah pemain asing seperti Miroslav Maricic, Dusan Mijic, dan Vukasin Vranes, serta memperkuat komposisi pemain lokal dengan merekrut Yabes Roni dan Kadek Raditya.
Di luar itu, Malut United, Persijap Jepara, dan Semen Padang juga melakukan perubahan signifikan pada skuad mereka.
Semen Padang tercatat sebagai salah satu klub yang paling banyak merekrut pemain baru pada periode ini.
Sementara beberapa klub seperti Persib Bandung dan PSM Makassar cenderung lebih pasif dengan minim perekrutan, meskipun Maung Bandung dilaporkan akan segera mengumumkan eks bek PSG Layvin Kurzawa sebagai rekrutan anyar di bursa transfer Januari 2026.
Kontributor: Adam Ali
Tag: #borneo #lambat #bursa #transfer #fabio #lefundes #singgung #anomali #super #league