Bung Kus Nilai Tantangan Utama Bursa Transfer Tengah Musim Super League
Ilustrasi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2025-2026.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
08:59
21 Januari 2026

Bung Kus Nilai Tantangan Utama Bursa Transfer Tengah Musim Super League

- Aktivitas klub-klub peserta Super League 2025–2026 jelang bergulirnya putaran kedua kompetisi menunjukkan dinamika yang berbeda dibandingkan awal musim.

Meski pergerakan pemain terlihat lebih senyap, persaingan antarklub di bursa transfer paruh musim justru dinilai semakin ketat.

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai, keterbatasan pilihan pemain menjadi tantangan utama klub-klub saat mencari tambahan amunisi di tengah kompetisi yang sudah berjalan.

“Bukan berarti sepi tapi di bawah ini pertarungannya ketat, memang sulit karena pemain itu biasanya sudah memiliki klub,” kata pengamat yang biasa disapa Bung Kus itu kepada Kompas.com.

Menurutnya, komunikasi antarpihak dalam bursa transfer paruh musim cenderung berlangsung tertutup.

Proses negosiasi kerap berjalan senyap, baik antara klub dengan pemain maupun antar klub.

“Jadi pembicaraan senyap biasanya antara klub dengan pemain, antara klub dengan klub,” imbuhnya.

Opsi Peminjaman Jadi Solusi Realistis

Dalam kondisi pasar terbatas, ia menilai peminjaman pemain menjadi langkah paling logis bagi klub.

Skema ini memungkinkan tim menambah kedalaman skuad tanpa harus melakukan transfer permanen jumlah pemain lebih sedikit dibandingkan rekrutmen di awal musim.

Ia menegaskan, pola tersebut bukan hal baru dan hampir selalu terjadi setiap musim kompetisi.

“Itu sudah realita dari musim ke musim, jadi akan ada perpindahan pemain dan perubahan komposisi tapi jumlahnya tidak besar karena tidak mudah mencari pemain di tengah musim berjalan,” tuturnya.

Para pemain Persib Bandung merayakan gol pembuka Beckham Putra pada laga Persib Bandung vs Persija Jakarta yang menjadi bagian pertandingan pekan ke-17 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026). KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Para pemain Persib Bandung merayakan gol pembuka Beckham Putra pada laga Persib Bandung vs Persija Jakarta yang menjadi bagian pertandingan pekan ke-17 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026).

Persaingan Papan Atas Diprediksi Tak Banyak Berubah

Menjelang putaran kedua Super League 2025-2026 yang akan berlangsung Jumat (23/1/2026), peta persaingan di klasemen sementara mulai terlihat.

Mohamad Kusnaeni memprediksi, klub-klub yang saat ini berada di papan atas masih akan menjadi penantang utama hingga akhir musim.

“Sudah mulai terlihat di papan atas itu mungkin tidak akan berbeda jauh dengan apa yang sekarang sudah ada. Empat besar sudah tercermin tim-tim yang akan bersaing sampai akhir musim,” ujar pengamat yang juga wartawan olahraga senior itu.

Meski demikian, ia menilai peluang kejutan tetap terbuka bagi sejumlah klub yang berpotensi menjadi kuda hitam.

Bali United dan Persita Berpeluang Mengganggu

Ia menyoroti Bali United sebagai salah satu klub yang mulai menunjukkan peningkatan performa seiring adaptasi pelatih barunya, Johnny Jansen.

Menurutnya, tim seperti Bali United bisa menjadi ancaman serius bagi para pemuncak klasemen.

“Tim-tim kaya begini yang berbahaya, mendapatkan ritme di tengah kompetisi berjalan dan kemudian performanya stabil sampai akhir musim,” kata Mohamad Kusnaeni.

Aksi gelandang Persib Bandung, Marc Klok, berduel dengan pemain Persija, Hanif Sjahbandi, pada laga Persib Bandung vs Persija Jakarta yang menjadi bagian pertandingan pekan ke-17 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026). KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Aksi gelandang Persib Bandung, Marc Klok, berduel dengan pemain Persija, Hanif Sjahbandi, pada laga Persib Bandung vs Persija Jakarta yang menjadi bagian pertandingan pekan ke-17 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026).

Selain itu, Persita juga dinilai memiliki potensi jika mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir musim.

“Tapi Persita juga dalam beberapa musim sebelumnya di awal-awal pernah ngegas tapi kemudian kehabisan nafas di pertengahan musim menuju akhir. Mudah-mudahan musim ini Persita bisa konsisten ya,” sambungnya.

Tim Papan Atas Diminta Tidak Berpuas Diri, Persaingan Zona Bawah Justru Paling Panas

Bung Kus mengingatkan Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta dan Malut United untuk tidak terlena meski berada di posisi aman.

Menurutnya, setiap klub masih memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki melalui evaluasi dan penguatan skuad.

“Yang berada di empat besar juga jangan berpuas diri harus tetap menambah pemain. Karena saya lihat masing-masing tim itu mempunyai kekurangan,” ujar pengamat yang juga anggota Dewan Pengawas LPP Radio Republik Indonesia periode 2021-2026.

Selain klub papan atas, Mohamad Kusnaeni menyebut persaingan paling sengit di bursa transfer justru terjadi di zona bawah klasemen sementara.

Klub-klub yang terancam degradasi dipastikan akan bergerak agresif demi bertahan di Super League 2025-2026.

“Karena yang turun kan tiga. Biasanya yang paling sengit pertarungannya dalam perebutan pemain,” pungkasnya.

Tag:  #bung #nilai #tantangan #utama #bursa #transfer #tengah #musim #super #league

KOMENTAR