Bulog Siapkan Gudang di Saudi untuk Tampung Beras Ekspor
Perusahaan negara, PT Perum Bulog sedang menyiapkan gudang di Arab Saudi untuk menampung beras premium guna memasok kebutuhan jemaah haji Indonesia.
Persiapan infrastruktur itu merupakan tindak lanjut setelah sampel beras premium yang dikirim ke perusahaan katering di Saudi disetujui.
“Kita masih mengatur ketersediaan gudang di sana gitu ya,” kata Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita saat ditemui di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, Minggu (1/2/2026).
Menurut Febby, tidak sulit bagi Bulog untuk menyediakan gudang dengan kapasitas di angka ribuan ton.
Baca juga: Bulog Kewalahan Penuhi Permintaan Beras Premium
Sejauh ini, hasil komunikasi antara Bulog dengan Kementerian Haji dan Umroh kebutuhan beras premium bagi jemaah dan petugas haji mencapai sekitar 4.000 ton.
“Gudangnya tuh seperti apa gitu ya. Nah ini kita lagi coba untuk tempatnya juga harus bisa menampung beras-beras dari sini,” ujar Febby.
Meski demikian, Febby belum merincikan lebih lanjut berapa harga gudang tersebut dan wilayah yang dipilih.
Untuk diketahui, kegiatan ibadah haji dilakukan di Makkah dan Madinah. Jarak antara kedua tempat suci itu mencapai 434 kilometer atau hampir sama dengan jarak Jakarta-Semarang.
“Kalau bicara gudang sih kita gampang, tapi jadi angkanya sih kemarin sudah ribuan ton untuk awal ini,” tutur Febby.
Adapun jenis beras yang akan dipasok diekspor ke Arab Saudi spesifik jenis beras premium.
Perusahaan katering dan jemaah haji di sana memiliki kecenderungan mengkonsumsi jenis beras tersebut.
“Memang preferensi di sana itu preferensi beras premium dan super premium,” kata Febby.
Di luar kebutuhan jemaah haji, Bulog tengah membidik pasar katering untuk jemaah umroh.
Berbeda dengan perjalanan kegiatan ibadah haji yang berlangsung sekitar 40 hari dalam setahun, ibadah umrah bisa dilakukan sepanjang tahun.
“Tapi tujuannya enggak hanya jemaah haji, nanti mungkin umrah setiap tahun kami juga bekerja sama dengan catering-catering di Arab Saudi,” ungkap Febby.
Baca juga: Bulog Targetkan Serap Gabah Petani Kalteng 32.000 Ton pada 2026
Sumber Daya dan Infrastruktur Mumpuni
Wacana ekspor beras disampaikan pemerintah setelah stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog pada Januari 2026 mencapai 3,25 juta ton.
Sementara, pada tahun 2026 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu ditargetkan menyerap 4 juta ton beras dari petani lokal.
Stok beras yang berlimpah itu membuat pemerintah percaya diri untuk menjajaki pasar beras internasional.
Pada kesempatan terpisah, Rizal menyatakan Bulog siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menyiapkan beras premium bagi jemaah haji Indonesia.
Baca juga: Bulog Siapkan Stok Beras untuk Jemaah Haji 2026 dan Ekspor ke Arab Saudi
Menurutnya, dari sisi pengalaman dan infrastruktur Bulog mampu memasok kebutuhan tersebut.
“Dari sisi stok dan sistem logistik, Bulog memiliki pengalaman dan infrastruktur yang memadai untuk memastikan pasokan berjalan dengan tepat jumlah, mutu, dan waktu,” ujar Rizal, Selasa (27/1/2026).
Dalam pertemuan dengan pihak Kementerian Haji dan Umroh disebutkan, jumlah jemaah dan petugas haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai sekitar 205.000 orang dengan kebutuhan konsumsi beras hampir 4.000 ton.
Beras yang akan disiapkan nantinya memiliki pecahan maksimal 5 persen dan sesuai dengan standar.
“Bulog pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam penyediaan beras berkualitas untuk konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi,” kata Rizal.
Baca juga: Baru Januari, Bulog Sudah Mulai Serap Gabah dan Beras Petani
Tag: #bulog #siapkan #gudang #saudi #untuk #tampung #beras #ekspor