Gary Neville: Kemenangan di Derbi Bukti DNA Man United Masih Hidup di Era Modern
Momen perayaan gol Bryan Mbeumo (kedua dari kanan) dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United vs Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Foto oleh Darren Staples / AFP)(AFP/DARREN STAPLES)
06:01
18 Januari 2026

Gary Neville: Kemenangan di Derbi Bukti DNA Man United Masih Hidup di Era Modern

- Kemenangan 2-0 Manchester United atas Manchester City di Old Trafford pada laga lanjutan Premier League memantik reaksi emosional dari legenda klub, Gary Neville.

Pertandingan Derbi Manchester ke-198 Man United vs Man City di Old Trafford pada Sabtu (17/1/2026) menjadi salah satu penampilan terbaik Setan Merah musim ini dalam debut Michael Carrick sebagai pelatih interim.

Para pemain Man United hampir secara total mendominasi Manchester City dan angka kemenangan bisa jauh lebih besar apabila bukan karena kombinasi dua gol yang dianulir karena offside, kesempatan yang mengenai mistar, dan penyelamatan-penyelamatan Gianluigi Donnarumma.

Neville menilai laga derby tersebut sebagai salah satu penampilan terbaik Manchester United sepanjang sejarah dan pengingat bahwa identitas klub masih dapat diterapkan di sepak bola modern.

“Itu adalah salah satu penampilan terbaik yang akan Anda lihat di era mana pun dari sebuah tim Manchester United,” ujar Neville dalam podcast-nya, seperti dikutip dari Sky Sports.

Neville menyoroti peran interim Michael Carrick, yang hanya memiliki waktu persiapan tiga hari sebelum laga.

Dengan formasi 4-4-2, Carrick disebut berhasil menghadirkan kembali cara bermain yang lama menghilang dari Old Trafford.

4-4-2 dan Identitas Manchester United

Menurut Neville, selama beberapa tahun terakhir publik seolah diyakinkan bahwa gaya khas Manchester United sudah tidak relevan.

“Kami telah dikondisikan untuk percaya bahwa Anda tidak bisa bermain dengan cara Manchester United bermain,” katanya.

“Itulah yang terus saya dengar selama tiga, empat, lima tahun terakhir: ‘beranjaklah, Anda tidak bisa bermain dengan cara seperti itu lagi’. Maaf, Anda bisa bermain dengan cara itu di sepak bola modern,” lanjut Neville.

"Anda baru saja menyaksikan 90 menit penuh tentang seperti apa Manchester United bermain ketika berada di level terbaiknya."

Meski demikian, ia menegaskan kemenangan derbi ini bukan penanda kebangkitan penuh.

“Ini bukan saatnya mengatakan Manchester United akan terus melaju dan merangsek naik di klasemen. Ini harus menjadi jembatan menuju peluang lolos ke kompetisi Eropa. Lima besar akan menjadi pencapaian luar biasa,” ujarnya.

“Namun ini bukan kebangkitan Manchester United. Ini adalah kembalinya sesuatu yang setidaknya terlihat seperti Manchester United. Selama bertahun-tahun terakhir, yang kita lihat hanyalah tiruan pucat,” tambahnya.

Gol Mbeumo dan Emosi di Old Trafford

Gol pembuka Bryan Mbeumo lahir dari serangan balik cepat dan kombinasi dengan kapten Bruno Fernandes, yang kali ini bermain lebih dekat ke gawang lawan.

Neville mengaku momen tersebut membuatnya tersentuh.

“Saya cukup emosional ketika gol itu tercipta, karena saya berpikir: ‘inilah yang sudah saya minta, inilah yang sudah diminta semua orang di stadion ini’,” katanya.

Momen selebrasi gol Bryan Mbeumo (kanan) bersama Amad Diallo (Kir) dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United vs Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Foto oleh Darren Staples / AFP) AFP/DARREN STAPLES Momen selebrasi gol Bryan Mbeumo (kanan) bersama Amad Diallo (Kir) dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United vs Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Foto oleh Darren Staples / AFP)

Ia menilai para pemain telah menetapkan standar baru.

“Para pemain hari ini telah menetapkan standar—dalam sikap, agresivitas, dan energi positif ketika bermain dengan niat, menembus lini, semuanya. Anda tidak boleh turun di bawah standar itu,” ujar Neville.

Fernandes sebagai No 10 dan DNA Lama

Neville juga menyoroti peran Fernandes yang kembali dimainkan sebagai gelandang serang. Ia menyebut penampilannya mengingatkan pada legenda klub Eric Cantona.

“Di situlah dia harus bermain—dekat dengan gawang, di area di mana dia bisa menyakiti lawan, karena dia adalah pemain hebat,” kata Neville.

Ia menolak ide Fernandes kembali bermain lebih dalam.

“Kami tidak ingin melihatnya kembali bermain di dua gelandang di depan tiga bek. Apakah itu posisi yang ingin kita lihat darinya? Tidak. Itu jelas tidak tepat,” ujarnya.

Neville kemudian mengaitkan performa ini dengan tradisi lama klub.

“Saya selalu mengatakan sistem Manchester United itu jelas: Anda punya seorang penyerang, lalu seorang nomor 10. Bisa Dwight Yorke, Cantona, Wayne Rooney, Carlos Tevez, atau Dimitar Berbatov,” katanya.

“Kami selalu menempatkan pemain paling bertalenta dekat dengan striker untuk memberi suplai, dan itulah yang membuat saya sedikit emosional saat gol itu tercipta,” tutup Neville.

Tag:  #gary #neville #kemenangan #derbi #bukti #united #masih #hidup #modern

KOMENTAR