John Herdman Fokus Pulihkan Mental Pemain Timnas Indonesia
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, langsung bergerak cepat usai resmi menangani Skuad Garuda.
Fokus awal pelatih asal Inggris itu adalah memulihkan kondisi mental pemain setelah kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia harus mengakhiri langkahnya di ronde keempat kualifikasi setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Skuad Garuda kalah 2-3 dari Arab Saudi dan takluk 0-1 dari Irak, hasil yang meninggalkan dampak psikologis bagi tim.
John Herdman menilai, pekerjaan terpentingnya bersama Timnas Indonesia saat ini adalah membangun komunikasi yang terbuka.
Ia ingin memahami secara langsung apa yang dialami para pemain selama dua tahun terakhir.
Jay Idzes menjadi pemain pertama yang dihubungi Herdman.
Sang kapten diminta berbagi pengalaman, suka dan duka, selama membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Saya pikir dalam jangka pendek, selalu ada penilaian untuk meluangkan waktu mendengarkan dan memahami, untuk memahami pengalaman orang-orang (usai gagal ke) Piala Dunia terkini,” ujar John Herdman.
Bentuk Kelompok Kepemimpinan
Selain komunikasi personal, Herdman juga ingin membentuk kelompok kepemimpinan di dalam tim.
Tujuannya adalah memahami pengalaman kolektif para pemain Timnas Indonesia dalam situasi sulit.
“Bagaimana mereka menderita di saat-saat tertentu, bagaimana mereka secara kolektif pulih dari keberhasilan dan kegagalan kampanye (Kualifikasi Piala Dunia 2026) itu,” lanjutnya.
Menurut Herdman, pemahaman tersebut penting untuk membangun standar, sistem, dan struktur kinerja tinggi yang akan menopang tim ke depan.
Hubungi Lebih dari 60 Pemain
John Herdman secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Selasa (13/1/2026) di Hotel Mulia, Jakarta.
Upaya pemulihan mental tidak berhenti pada beberapa pemain inti.
Herdman mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi lebih dari 60 pemain Timnas Indonesia untuk mendengarkan langsung keluhan dan pandangan mereka.
“Jadi, saat ini adalah periode mendengarkan, memahami, memastikan bahwa setiap orang yang perlu saya dengarkan didengar dan kemudian mengambil tindakan,” jelas Herdman.
Ia menilai bulan Maret menjadi momentum penting untuk memulai langkah baru bersama tim.
“Kita memiliki kesempatan yang sangat baik di bulan Maret untuk mengambil langkah pertama kita bersama,” ujarnya.
Pengalaman Olimpiade dan Piala Dunia Jadi Modal
Herdman juga membawa pengalaman panjang dalam membangun tim nasional.
Selama 15–20 tahun terakhir, ia dikenal sebagai pelatih yang kerap mengantar tim ke putaran final Olimpiade dan Piala Dunia.
“Jadi, pekerjaan saya selama 15-20 tahun terakhir adalah meloloskan tim ke putaran final Olimpiade dan Piala Dunia,” tambahnya.
Ia berkomitmen mencari tahu apa yang selama ini kurang dalam kebiasaan lolos ke turnamen besar, lalu membangunnya kembali bersama Timnas Indonesia.
“Jadi, dalam jangka pendek, dengarkan saja dulu, pahami mereka,” tutup Herdman.
Kekuatan Terbesar Timnas Indonesia
Dalam sesi perkenalan, Herdman juga menyinggung konsep brotherhood atau persaudaraan.
Nilai ini menjadi fondasi yang pernah mengantarnya membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian 36 tahun.
Menurut Herdman, kondisi Timnas Indonesia saat ini memiliki kemiripan dengan Kanada yang pernah ia tangani. Skuad Garuda dihuni pemain diaspora yang berkarier di Eropa serta talenta dari liga domestik.
Ia menegaskan tidak melihat perbedaan latar belakang pemain.
“Saya tidak melihat paspor. Saya melihat orang-orang, melihat peluang,” tutur John Herdman.
“Saya pikir itulah yang paling penting dalam budaya ini, yaitu menerima bahwa keberagaman kita akan menjadi kekuatan terbesar kita.”
Herdman menilai keberagaman sebagai kekayaan, bukan hambatan. Ia menekankan pentingnya visi yang jelas dan tanggung jawab kolektif dalam membela negara.
“Kami bertanggung jawab secara kolektif untuk mengenakan seragam ini, dan tidak ada bedanya di sini di Indonesia,” kata Herdman.
“Kami adalah sekelompok orang yang memiliki keistimewaan untuk mengenakan seragam Indonesia.”
Tag: #john #herdman #fokus #pulihkan #mental #pemain #timnas #indonesia