Pelatih Tottenham Hotspur Sindir Man United Usai Pecat Ruben Amorim, Takut Bernasib Sama?
Thomas Frank sindir Man United yang pecat Ruben Amorim. (Dok. Tottenham)
16:48
6 Januari 2026

Pelatih Tottenham Hotspur Sindir Man United Usai Pecat Ruben Amorim, Takut Bernasib Sama?

Baca 10 detik
  • Manchester United memecat Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026) setelah imbang melawan Leeds United, kini di posisi keenam.
  • Pemecatan Amorim merupakan pergantian manajer permanen ketujuh pasca era Sir Alex Ferguson di Old Trafford.
  • Thomas Frank mengkritik keras pemecatan tersebut, menekankan perlunya stabilitas untuk mencapai kesuksesan jangka panjang klub.

Pemecatan Ruben Amorim dari kursi panas Manchester United tak hanya menambah panjang daftar korban pasca era Sir Alex Ferguson, tetapi juga memicu reaksi keras dari sesama manajer Liga Inggris.

Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank secara terbuka mengkritik keputusan tersebut, seolah melihat cerminan dari tekanan brutal yang bisa menimpa dirinya kapan saja.

Manajemen Manchester United secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Amorim pada Senin (5/1/2026), tak lama setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh tim promosi, Leeds United.

Dalam rilis resminya, klub beralasan ini adalah momen yang tepat untuk perubahan demi mengejar posisi finis terbaik.

"Ruben Amorim telah meninggalkan tugasnya sebagai pelatih kepala Man United," demikian bunyi pernyataan klub.

"Dengan Manchester United berada di peringkat 6 klasemen Premier League, manajemen klub membuat keputusan bahwa ini waktu yang tepat untuk membuat perubahan," sambungnya.

Amorim pun menjadi pelatih permanen ketujuh yang harus angkat koper dari Old Trafford sejak era Sir Alex berakhir, sebuah statistik yang menunjukkan betapa kronisnya penyakit inkonsistensi di tubuh klub.

Di sinilah Thomas Frank angkat bicara. Pelatih asal Denmark ini tak segan menyindir hobi Manchester United yang terlalu sering merombak personel kunci, terutama di posisi pelatih dan direktur olahraga.

Baginya mustahil bagi sebuah klub untuk meraih kesuksesan jangka panjang jika fondasinya terus-menerus diganti.

"Sangat sulit untuk mencapai kesuksesan berkelanjutan jika Anda terus mengganti personel kunci," kata Frank dikutip dari X Fabrizio Romano.

"Seperti pelatih dan direktur olahraga," imbuhnya lagi.

Kritik Frank ini seolah menjadi suara kegelisahan para manajer Liga Inggris. Pemecatan Amorim menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara pujian dan pemecatan di kompetisi paling kejam di dunia.

Ia kemudian menunjuk para rival sebagai contoh ideal, klub-klub yang membangun kesuksesan di atas stabilitas dan keselarasan visi dari level tertinggi hingga ke ruang ganti.

"Klub-klub terbaik memiliki keselarasan antara kepemimpinan, kepemilikan, dan pelatih. Liverpool, Man City, dan Arsenal adalah beberapa contohnya," pungkasnya.

Editor: Arif Budi

Tag:  #pelatih #tottenham #hotspur #sindir #united #usai #pecat #ruben #amorim #takut #bernasib #sama

KOMENTAR