Penunjukan John Herdman Disebut Tak Lepas dari Dinamika Internal PSSI
Resminya John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia membawa harapan baru bagi publik sepak bola nasional.
Di balik rekam jejak mentereng pelatih berusia 50 tahun tersebut, pengamat sepak bola nasional Weshley Hutagalung menilai ada aspek lain yang tidak kalah penting untuk dikritisi, yakni proses pemilihannya di internal PSSI.
Menurutnya, nama asal Inggris itu sejatinya sudah mengemuka sejak akhir tahun lalu.
Ia menegaskan bahwa sorotan masyarakat seharusnya tidak berhenti pada kualitas dan pengalaman John Herdman semata.
“Yang menarik untuk ditelaah bukan lagi soal track record yang jelas jauh berbeda dibandingkan pelatih sebelumnya, namun proses pemilihan Herdman,” katanya pengamat yang biasa disapa Bung Weshley itu kepada Kompas.com.
Ia melihat proses tersebut masih sulit dilepaskan dari nuansa politik internal federasi. Bahkan, ia mencium adanya dinamika kekuasaan yang mengemuka di balik layar PSSI.
“Dalam proses pemilihan Herdman, terkesan ada 2 kubu di PSSI. Kubu baru disinyalir terbentuk tanpa melibatkan sang Ketua Umum,” imbuhnya.
Sejauh Mana Peran Ketum PSSI?
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana peran Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam penunjukan pelatih timnas Indonesia, yang selama ini dianggap sebagai panggung utama federasi.
“Benarkah Erick Thohir ‘menyerahkan’ panggung utamanya di PSSI, yakni tim nasional, kepada Wakil Ketua dan Exco? Bila mengacu pada ucapan Wakil Ketua Umum, Zainudin Amali, tak bisa disebut Erick Thohir melepaskan tangannya dari segala risiko pemilihan pelatih timnas,” tuturnya
Secara struktural, tanggung jawab akhir atas keputusan strategis federasi tetap berada di tangan ketua umum.
“Terpilihnya nama John Herdman seharusnya tak boleh lepas dari pengetahuan dan persetujuan Ketum PSSI,” kata Weshley Hutagalung itu.
Para pemain tim nasional Indonesia pada laga Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia kontra Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu (11/10/2025) malam waktu setempat. Indonesia kalah 0-1 pada laga tersebut dan gagal ke Piala Dunia 2026.
Jangan Ada Lagi Konflik Berkepanjangan
Ia pun mengingatkan agar pecinta timnas Indonesia tidak kembali disuguhkan konflik berkepanjangan yang berpotensi mengganggu stabilitas tim, seperti yang terjadi pada periode sebelumnya.
“Kegagalan Patrick Kluivert seolah menjadi tanggung jawab dan beban Ketum PSSI, dan karena sosok yang sama menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga, kini tugas mencari pelatih kepala timnas diserahkan kepada Waketum, Exco, dan BTN,” sambungnya.
Meski federasi telah menyampaikan komitmen untuk menjaga keberlanjutan kontrak pelatih, ia menilai tekanan pecinta timnas Indonesia tetap menjadi faktor yang sulit dihindari.
“Walau muncul narasi dari federasi bahwa tak akan ada lagi pemecatan pelatih sebelum kontrak berakhir, siapa yang menjamin Herdman bisa memuaskan dahaga publik sepak bola Indonesia dan terhindar dari ‘pengadilan’?” ujar pengamat sepak bola yang sekaligus mantan Pemimpin Redaksi Tabloid Bola tersebut.
Untuk itu ia berharap dinamika politik di internal PSSI tidak kembali melahirkan polemik yang justru menghambat kinerja pelatih baru timnas Indonesia.
“Semoga, drama-drama di PSSI tidak melahiran bola-bola panas yang mengganggu kerja Herdman. Biarkan sepak bola menemukan jalannya dan menjadi pemenang,” pungkasnya.
Tag: #penunjukan #john #herdman #disebut #lepas #dari #dinamika #internal #pssi