Situasi Kontrak Ivar Jenner, Pengamat Soroti Dilema Utrecht antara Prestasi dan Nilai Jual
- Nama Ivar Jenner kembali menjadi perbincangan seiring kontraknya bersama FC Utrecht yang akan berakhir pada Juni 2026.
Situasi ini menempatkannya di persimpangan jalan, bukan hanya soal menit bermain, tetapi juga kepentingan bisnis klub.
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai kualitas gelandang timnas Indonesia itu sejatinya tidak pernah menjadi persoalan utama. Ia justru melihat perannya masih cukup menonjol.
“Ivar sih kalau dipikir mempunyai kualitas, contohnya di Timnas U23 Indonesia di SEA Games kemarin di tengah tim terpuruk penampilannya dia bisalah mencoba untuk mengangkat tim walaupun sendiri,” tutur pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada Kompas.com.
Menurutnya, saat ini perjalanan Ivar Jenner di Utrecht sudah memasuki fase wajar bagi pemain muda.
Ia sempat menembus tim senior sebelum cedera menghambat langkahnya.
Sehingga dia kembali ke tim U21 yang bukan berarti langkah mundur sepenuhnya. Justru di level tersebut, ia mendapatkan menit bermain cukup konsisten.
“Penampilannya bersama Utrecht U21 banyak dan lumayan buat dia tidak cepat balik lagi ke senior,” imbuhnya.
Stabilitas Tim Jadi Tembok Tebal
Namun, ia menilai kondisi tim senior Utrecht saat ini membuat peluang pemain berusia 21 tahun itu untuk masuk ke tim utama semakin kompleks.
Sebab klub tengah berjuang menjaga posisi yang saat ini menempati klasemen papan tengah Eredivisie.
“Apalagi sekarang Utrecht seniornya saat ini berada di urutan ke-8, masih harus bisa berjuang untuk masuk zona Eropa,” kata Gita Suwondo.
Dalam kondisi seperti ini, ia melihat wajar jika pelatih dan manajemen memilih meminimalkan eksperimen.
"Walaupun di urutan ke-8 itu ada di zona Eropa Tapi kalau melihat permainan mereka 6 kali menang, 5 kali seri dan 6 kali kalah riskan kalau masukin pemain baru yang masuk di putaran kedua seperti ivar yang merupakan didikannya,” sambungnya.
Performa Ivar Jenner di lini tengah Timnas Indonesia saat mengalahkan China pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Kamis (5/6/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Setelah menghadapi China, Indonesia dikalahkan Jepang pada laga terakhir.
Kontrak Hampir Habis, Waktu Jadi Musuh Terbesar
Kini permasalahan utama, menurutnya justru terletak pada durasi kontrak Ivar Jenner yang semakin menipis.
Dengan masa bermain yang segera berakhir, klub berada pada posisi rawan kehilangan aset.
“Ivar kan kontraknya sudah mau habis, Juni nanti. Klub-klub Eropa bisalah mereka berfikir kenapa tidak dijual? Kalau dijual kan menghasilkan uang, kalau bulan Juni nanti masuknya free transfer dan bisa pindah klub ke mana saja yang dia mau tanpa membuat Utrecht dapat duit,” tuturnya.
Baginya, ini persoalan klasik yang kerap terjadi di sepak bola modern.
Bursa transfer yang dibuka mulai Januari 2026 menjadi momentum krusial bagi klub-klub untuk mengamankan keuntungan.
“Itu saja yang menjdi persoalannya lebih kepada waktu, jangankan Ivar, Marc Guehi saja contohnya Juni nanti kelar,” kata mantan jurnalis senior olahraga itu.
“Pasti ada klub besar yang menginginkannya, Liverpool contohnya mereka kan tidak memiliki bek tengah atau bahkan Arsenal yang bek tengahnya kerap cedera secara bergantian pasti akan berusaha,” imbuhnya.
Untuk itu keputusan menjual pemain jauh di bawah harga pasar sebelum kontrak habis kerap menjadi pilihan rasional.
“Jadi intinya adalah kalau pemain yang akan habis kontraknya pasti akan diusahakan secepat mungkin dijual klubnya karena pasti masih laku dan akan menghasilkan uang,” ujar Gita Suwondo.
“Tanpa harus menunggu deadline mereka kontrak nya habis karena membuat klub kehilangan uang,” sambungnya.
Bukan Penurunan Kualitas, Melainkan Soal Nilai
Kini ia menegaskan, situasi Ivar Jenner bukanlah cerminan penurunan performa.
Ia menilai sang pemain masih memiliki daya tarik di pasar transfer dan berharap tetap melanjutkan karier di Eropa.
“Itu saja nasibnya Ivar, kemana dia kan pernah ada berita katanya Venesia berminat, lalu Persija. Kalau saya sih menganggapnya kenapa tidak ke Eropa dulu karena masih laku di klub-klub Eropa artinya klub-klub yang ada di papan atas Eropa,” kata pundit Kompas TV untuk Eredivisie tersebut.
“Intinya adalah klub tidak ingin kehilangan duit dengan pemain yang bentar lagi kontraknya kelar dan kemungkinan tidak diperpanjang.”
“Daripada feee transfer mendingan mereka jual sekarang, kesannya kalau mereka bilang Ivar Jenner banyak penurunan sehingga main di junior saya sih melihatnya karena dia masih mempunyai nilai jual di Utrecht,” pungkasnya.
Tag: #situasi #kontrak #ivar #jenner #pengamat #soroti #dilema #utrecht #antara #prestasi #nilai #jual