Eriksen Sentil Gaya Blak-blakan Ruben Amorim di MU
- Mantan gelandang Manchester United (MU), Christian Eriksen, melemparkan kritik pada gaya berkomunikasi Ruben Amorim.
Kritik dari Christian Eriksen ini muncul untuk menanggapi pernyataan Ruben Amorim soal kondisi Manchester United musim lalu, musim terakhir Eriksen bersama Setan Merah.
Pada Januari 2025 lalu, Ruben Amorim pernah menyebut skuad Manchester United saat itu sebagai tim terburuk dalam sejarah klub.
Ucapan itu disampaikan Ruben Amorim di tengah penurunan perfroma Manchester United pada Liga Inggris 2024-2025.
Christian Eriksen menilai pernyataan tersebut tidak memberi dampak positif bagi ruang ganti.
Menurutnya, komentar itu muncul saat para pemain sudah berusaha mengabaikan kritik dari luar, termasuk komentar mantan pemain yang kini menjadi pengamat.
Dengan adanya pernyataan pedas dari Amorim tersebut, kata Eriksen, hal itu justru menambah beban mental tim.
“Itu tidak membantu,” kata Eriksen kepada The Sunday Times, dilansir dari laporan ESPN, Minggu (28/12/2025).
“Ya, itu sama sekali tidak membantu. Maksud saya, itu bukan... Saya rasa itu sama sekali tidak membantu para pemain.”
Eriksen Nilai Komentar Publik Perlu Dijaga
Eriksen menjelaskan bahwa ada hal-hal yang sebaiknya disampaikan secara internal. Ia menilai penyampaian kritik di ruang tertutup lebih tepat dibandingkan disampaikan ke publik.
Bagi Eriksen, pernyataan terbuka dari pelatih bisa menambah tekanan pada pemain yang sedang berusaha tampil maksimal bersama Man United.
“Beberapa hal bisa Anda katakan di dalam, tetapi tidak bijaksana untuk mengatakannya di luar, untuk memberikan tekanan tambahan dan memberi label tambahan pada para pemain yang sudah berusaha melakukan yang terbaik,” ucap Eriksen.
Gelandang Man United, Christian Eriksen, saat tampil melawan Rayo Vallecano di Old Trafford pada 31 Juli 2022. Terkini, Christian Eriksen berhasil membantu Man United meraih kemenangan atas Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris musim 2022-2023.
Ia juga menyinggung dampak lanjutan dari pernyataan tersebut terhadap suasana tim.
Menurutnya, komentar itu kembali memunculkan sorotan media dan menjadi tajuk utama baru, saat tim seharusnya fokus pada pertandingan.
“Saya rasa itu sama sekali tidak membantu, tidak. Lalu, apakah dia benar atau salah, terserah, tetapi saya pikir bagi kami itu seperti, ‘Oh, ini lagi. Berita utama lainnya,’” ujar Eriksen.
Akhir Eriksen di Man United
Manchester United menutup musim lalu dengan finis di posisi ke-15 Premier League.
Pada musim Liga Inggris 2025-2026, Man United menunjukkan perbaikan posisi dan kini berada di peringkat keenam setelah 18 pertandingan.
Christian Eriksen sendiri meninggalkan Old Trafford pada musim panas setelah empat tahun memperkuat Manchester United.
Pemain yang juga dikenal sebagai ikon Tottenham Hotspur itu telah mencatatkan 310 penampilan liga di Inggris.
Setelah berpisah dengan Man United, Eriksen melanjutkan kariernya dengan bergabung ke Wolfsburg lewat status bebas transfer.