Rumor Paes dan Pelupessy ke Persib Menguat, Pengamat Soroti Dampaknya bagi Liga dan Timnas Indonesia
Penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes saat tampol di hadapan ribuan suporter menghadapi Bahrain pada pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.(KOMPAS.com/ADIL NURSALAM )
21:44
25 Desember 2025

Rumor Paes dan Pelupessy ke Persib Menguat, Pengamat Soroti Dampaknya bagi Liga dan Timnas Indonesia

- Rumor kepindahan Maarten Paes dan Joey Pelupessy ke Persib Bandung terus menghangat dan menyedot perhatian pecinta sepak bola Indonesia.

Dua pemain timnas Indonesia itu disebut-sebut telah mencapai kesepakatan awal dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari manajemen Persib.

Tentu saja, rumor Maarten Paes dan Joey Pelupessy ini menjadi perbincangan di jagad maya, sepanjang Kamis (25/12/2025).

Meski demikian, hingga kini Persib Bandung belum memberikan pernyataan resmi.

Sebab Maarten Paes masih terikat kontrak bersama FC Dallas hingga Desember 2026, sedangkan Joey Pelupessy berstatus pemain Lommel SK dengan masa kontrak sampai Juni 2026.

Paes Masih Ideal Bertahan di MLS

Untuk itu pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai rumor tersebut perlu dilihat secara objektif.

Ia mengaku menyayangkan jika penjaga gawang kelahiran Belanda itu benar-benar meninggalkan liga sepak bola profesional kasta tertinggi di Amerika Serikat dan Kanada dalam waktu dekat ini.

“Dia masih menjadi pilihan pertama di FC Dallas. Artinya tanpa bermaksud mengurangi kekuatan Liga 1 harus dibilang bahwa secara kompetitif MLS kan masih bisa dianggap sebagai persaingannya lebih bagus dari Super League," ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada Kompas.com.

Menurutnya, posisi sebagai kiper utama di FC Dallas menjadi faktor penting bagi kontinuitas performa, baik di level klub maupun timnas Indonesia.

"Dia juga bukan cadangan di sana jadi jam bermainnya pun akan lebih banyak disana,” imbuhnya.

Berbeda dengan Maarten Paes, ia memandang kepindahan Joey Pelupessy ke Indonesia masih dalam batas kewajaran.

Sebab faktor usia dan level kompetisi menjadi pertimbangan yang dinilainya realistis.

Seperti diketahui Joey Pelupessy saat ini memperkuat Lommel SK di kasta kedua Liga Belgia dan mulai memasuki fase akhir karier di sepak bola Eropa.

“Okelah. Apalagi usianya juga usia mencapai tempat lain setelah tidak bermain di Eropa itu akan bermain kemana. Jadi oke-oke saja,” ujarnya lagi.

Pemain timnas Indonesia Joey Pelupessy saat laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas Indonesia Joey Pelupessy saat laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam.

Kekhawtiran Terhadap Timnas Indonesia

Sementara itu, Persib Bandung sebelumnya telah mendatangkan Thom Haye dan Eliano Reijnders sebagai bagian dari komposisi tim. Untuk mengarungi kompetisi Super league 2025-2026 dan AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.

Kini jika Maarten Paes dan Joey Pelupessy benar-benar bergabung, kekuatan klub berjuluk Maung Bandung diyakini akan semakin solid.

Namun, Gita Suwondo mengingatkan bahwa dominasi Persib berpotensi mengubah peta persaingan Super League sendiri.

“Terutama bagi Persib juga mungkin Persib tanpa saingan. Persib bukan wacana bukan lokal tapi bagaimana mereka akan berusaha menjadi juara atau setidaknya masuk final ACL 2,” kata mantan jurnalis olahraga senior itu.

Namun di balik potensi keuntungan bagi Persib, ia juga menyoroti kemungkinan dampak jangka panjang bagi timnas Indonesia.

Ia mempertanyakan apakah kepindahan pemain-pemain diaspora tersebut ke Liga Indonesia akan berdampak positif bagi kualitas timnas.

“Secara keseluruhan sih kemajuan untuk Persib tapi untuk saya sangat disayangkan bahwa kita tidak tahu nanti dengan kompetisi di Indonesia kualitas timnas nya akan berkurang atau tidak,” sambungnya.

Ia mencontohkan performa beberapa pemain diaspora yang dinilai tidak maksimal setelah bermain di Liga Indonesia dan kembali membela timnas Indonesia.

“Seperti Struick kan jelas kemampuannya berkurang juga di timnas. Kemudian Thom Haye oke, Eliano oke di Persib, oke tapi belum tahu saat di timnas. Laga melawan Arab Saudi dan Irak menjadi gambaran bagaimana permainannya yang tidak terlalu oke pada saat bermain untuk timnas,” pungkas Gita Suwondo.

Tag:  #rumor #paes #pelupessy #persib #menguat #pengamat #soroti #dampaknya #bagi #liga #timnas #indonesia

KOMENTAR