Perbandingan 3 Pelatih Timnas Indonesia Kelompok Umur vs Korea Selatan, Indra Sjafri Apes!
Membandingkan hasil yang didapat tiga pelatih Timnas Indonesia kelompok umur, yakni U-17, U-20, dan U-23 saat menghadapi Korea Selatan, di mana Indra Sjafri paling apes. (IG garudascouts)
09:18
6 April 2025

Perbandingan 3 Pelatih Timnas Indonesia Kelompok Umur vs Korea Selatan, Indra Sjafri Apes!

Membandingkan hasil yang didapat tiga pelatih Timnas Indonesia kelompok umur, yakni U-17, U-20, dan U-23 saat menghadapi Korea Selatan, di mana Indra Sjafri paling apes.

Dalam satu tahun terakhir, Timnas Indonesia kelompok umur kerap bersua Korea Selatan kelompok umur di ajang resmi AFC ataupun di kompetisi sekelas turnamen.

Terhitung sejak 2024 lalu, Timnas Indonesia kelompok umur sudah bertemu Korea Selatan sebanyak tiga kali di berbagai kompetisi.

Pertemuan pertama terjadi saat Timnas Indonesia U-23 besutan Shin Tae-yong berhadapan dengan Korea Selatan U-23 di ajang Piala Asia U-23 2024 lalu.

Kemudian pertemuan kedua terjadi saat Timnas Indonesia U-20 besutan Indra Sjafri bertemu Korea Selatan U-20 di turnamen Seoul Earth on Us Cup 2024.

Lalu pertemuan ketiga atau pertemuan terakhir sejauh ini tercipta di Piala Asia U-20 2025, saat Timnas Indonesia U-17 besutan Nova Arianto bertemu Korea Selatan U-17.

Dari tiga pertemuan antara dua tim kelompok umur itu, Timnas Indonesia mendapati hasil berbeda dengan para pelatihnya.

Lantas, siapa dari tiga pelatih Timnas Indonesia kelompok umur itu yang punya catatan apik atas Korea Selatan kelompok umur? Berikut rangkumannya.

1. Timnas Indonesia U-23 vs Korea Selatan U-23 (Shin Tae-yong)

Kekalahan telak ini membuat nama Shin Tae-yong kembali digaungkan netizen. Mayoritas netizen mengutuk keputusan PSSI memecatnya dan menunjuk Patrick Kluivert pasca kekalahan telak itu. (IG Shin Tae-yong)Kekalahan telak ini membuat nama Shin Tae-yong kembali digaungkan netizen. Mayoritas netizen mengutuk keputusan PSSI memecatnya dan menunjuk Patrick Kluivert pasca kekalahan telak itu. (IG Shin Tae-yong)

Di Piala Asia U-23 2024 lalu, Timnas Indonesia U-23 yang dipimpin Shin Tae-yong bersua dengan Korea Selatan U-23 di babak perempatfinal.

Di babak tersebut, Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas Indonesia U-23 bermain imbang 2-2 dengan Korea Selatan U-23 hingga babak Extra Time.

Karena bermain imbang, laga dilanjutkan lewat drama adu penalti. Di babak tos-tosan ini, Timnas Indonesia U-23 menang dengan skor 11-10 atas Korea Selatan U-23 dan lolos ke semifinal.

2. Timnas Indonesia U-20 vs Korea Selatan U-20 (Indra Sjafri)

Indra Sjafri. (pssi.org)Indra Sjafri. (pssi.org)

Selang beberapa bulan kemudian, Indra Sjafri memimpin skuad Timnas Indonesia U-20 yang bertemu Korea Selatan U-20 di ajang Seoul Earth on Us Cup 2024.

Di turnamen eksibisi itu, Timnas Indonesia U-20 yang sempat membekuk Argentina, harus menelan kekalahan dari Korea Selatan U-20 di laga pamungkas.

Tak tanggung-tanggung, Timnas Indonesia U-20 besutan Indra Sjafri harus menelan kekalahan dengan skor telak, yakni 0-3, dari Korea Selatan U-20 selaku penggagas turnamen ini.

3. Timnas Indonesia U-17 vs Korea Selatan U-17 (Nova Arianto)

Nova Arianto, asisten pelatih yang telah mendampingi Shin Tae-yong selama lebih dari empat tahun, mengungkapkan rasa hormat dan haru melalui sebuah pesan emosional. (IG Shin Tae-yong)Nova Arianto, asisten pelatih yang telah mendampingi Shin Tae-yong selama lebih dari empat tahun, mengungkapkan rasa hormat dan haru melalui sebuah pesan emosional. (IG Shin Tae-yong)

Usai U-23 dan U-20, giliran Timnas Indonesia U-17 yang bertemu Korea Selatan U-17 di laga perdana grup C Piala Asia U-17 2025.

Di laga ini, Nova Arianto mampu membawa Timnas Indonesia U-17 meraih kemenangan tipis atas Korea Selatan U-17 dengan skor 1-0.

Kemenangan itu membuat Timnas Indonesia U-17 berpotensi lolos ke perempatfinal Piala Asia U-17 2025 andai bisa mengatasi perlawanan Yaman dan Afghanistan di dua laga tersisa grup C.

Kalahkan Korsel

Timnas Indonesia U-17 berhasil mencuri perhatian pada laga perdana Grup C Piala Asia U-17 2025 usai mengalahkan tim kuat Korea Selatan U-17 dengan skor tipis 1-0.

Laga yang berlangsung di Stadion Pangeran Abdullah Al-Faisal, Jeddah, Jumat malam (4/4/2025), menjadi momen penting bagi skuad Garuda Asia meski secara statistik mereka berada di bawah lawan.

Gol semata wayang Indonesia dicetak oleh Evandra Florasta di menit krusial, tepatnya pada waktu tambahan babak kedua (90+2). Kemenangan ini menjadi modal berharga untuk mengarungi persaingan grup yang cukup ketat.

Meski tampil sebagai pemenang, performa anak asuh Nova Arianto masih menyisakan banyak pekerjaan rumah dari segi penguasaan dan distribusi bola.

Statistik Menggambarkan Dominasi Korea Selatan

Dalam laga tersebut, dominasi Korea Selatan terlihat jelas dari catatan statistik. Mereka lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang. Akurasi umpan Indonesia tercatat hanya 69,7%, jauh tertinggal dari lawannya yang mampu mencatatkan 82%. Ini menjadi indikator bahwa Garuda Asia masih kesulitan dalam membangun serangan secara rapi dan konsisten dari lini ke lini.

Tak hanya itu, sektor umpan silang juga menjadi sorotan. Indonesia melepaskan empat crossing, tetapi semuanya gagal mencapai sasaran. Bandingkan dengan Korea Selatan yang melepaskan 31 umpan silang, dengan enam di antaranya berhasil dieksekusi secara akurat (tingkat keberhasilan 19,4%).

Dari segi tembakan, Timnas Indonesia U-17 hanya mampu menciptakan lima percobaan, dan hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara itu, Korea Selatan tampil agresif dengan total 21 tembakan, meskipun hanya tiga yang tepat sasaran. Ketiganya berhasil diamankan oleh Dafa Setiawarman yang tampil impresif di bawah mistar gawang.

Efisiensi Jadi Kunci Kemenangan

Meski statistik menunjukkan dominasi Korea Selatan, Indonesia menunjukkan tingkat efisiensi tinggi yang menjadi penentu kemenangan. Peluang yang minim mampu dimaksimalkan secara maksimal di penghujung laga. Kedisiplinan lini belakang serta penampilan gemilang penjaga gawang menjadi faktor penting di balik hasil ini.

Kemenangan ini mencerminkan pendekatan realistis dari pelatih Nova Arianto. Meskipun gaya permainan belum berkembang optimal, strategi bertahan dan menyerang balik secara cepat menjadi kunci yang berhasil dieksekusi dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bermain untuk bertahan, tetapi juga tahu kapan harus menyerang secara efektif.

Latar Belakang dan Harapan di Piala Asia U-17 2025

Piala Asia U-17 2025 menjadi panggung penting bagi Indonesia dalam mengembangkan bakat-bakat muda berbakat. Kompetisi ini bukan hanya soal mengejar gelar, tetapi juga untuk membangun fondasi masa depan sepak bola nasional. Kemenangan atas tim sekelas Korea Selatan menjadi sinyal bahwa Indonesia punya potensi besar jika dibina dengan serius dan sistematis.

Skuad muda Indonesia yang didominasi pemain-pemain hasil pembinaan di elite pro academy kini menunjukkan hasil positif. Meski jalan masih panjang, tiga poin pertama ini jelas memberi suntikan moral dan kepercayaan diri. Tantangan berikutnya tentu lebih berat, mengingat tim-tim seperti Jepang dan Arab Saudi juga berada dalam kompetisi ini.

Jika konsistensi dan efisiensi bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin Garuda Asia melangkah lebih jauh dan mencetak sejarah baru. Kunci utamanya adalah bagaimana mereka belajar dari laga ini dan memperbaiki aspek-aspek teknis yang masih lemah.

(Felix Indra Jaya)

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #perbandingan #pelatih #timnas #indonesia #kelompok #umur #korea #selatan #indra #sjafri #apes

KOMENTAR