



Kelompok Perempuan Muda Memegang Kunci Penanggulangan Perubahan Iklim di Indonesia
- Upaya menangani dampak perubahan iklim, menjadj agenda utama negara-negara di dunia. Termasuk diantaranya oleh Indonesia, yang terus merasakan dampak perubahan iklim.
Dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim itu, kelompok perempuan muda memegang peranan kunci. Keterangan tersebut disampaikan National Project Officer for G2C2 Indonesia Muhamad Hisbullah Amrie di hadapan peserta roadshow G2C2 di Jakarta pada Kamis (28/11) malam.
Dalam forum itu, sebanyak 84 perempuan berusia 15-24 tahun dibekali pelatihan mengenai perubahan iklim. Amrie mengatakan selama mengikuti pelatihan, para perempuan muda itu dibekali kapasitas penanganan dampak perubahan iklim.
Lewat diskusi dengan teman sebaya, juga diharapkan muncul ide-ide brilian dari mereka. Setelah itu, ide atau gagasan terkait perubahan iklim diterapkan di lingkungan tinggal sehari-hari.
"Saya yakin setiap daerah punya masalah iklim. Saya tinggal di Depok, banyak sekali masalah iklim di Depok," katanya.
Dia menegaskan lewat diskusi selama pelatihan, banyak gagasan-gagasan menarik untuk mengatasi perubahan iklim. Dia menyanyikan roadshow G2C2 sebelumnya digelar di empat kota. Yaitu di Medan, Mataram, Makassar, dan Pontianak.
Roadshow yang dilaksanakan juga merupakan upaya untuk mendorong para perempuan muda untuk menciptakan ide-ide proposal untuk menjawab tantangan perubahan iklim yang dilandasi dengan prinsip kewirausahaan lingkungan (ecopreneurship). "Sebuah perjalanan roadshow lima kota yang patut disyukuri, pertemuan dengan para perempuan muda yang sangat inspiratif," katanya.
Namun, roadshow ini masih merupakan awal hingga nantinya kita bisa menemukan potensi proyek dan inovasi iklim yang dapat didanai. Amrie mengatakan, masih ada proses seleksi yang diharapkan dapat diikuti para perempuan muda berikutnya.
Dimana beberapa peserta beruntung akan diberangkatkan ke COP 30 di Brasil pada tahun depan. Dia menegaskan program G2C2 bertujuan untuk membina serta mengangkat gerakan aksi iklim yang berpusat pada anak perempuan.
Kemudian dipimpin oleh perempuan untuk membentuk kebijakan, inisiatif, gerakan iklim yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara itu Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PGLHK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Luckmi Purwandari menyatakan sangat mengapresiasi inisiatif dari Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial dan Ecoxyztem Venture Builder yang telah menyelenggarakan acara G2C2 itu.
Menurutnya kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas perempuan muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. "Saya juga berharap, melalui kegiatan ini, akan lahir banyak inovasi dan solusi kreatif untuk mengatasi perubahan iklim dalam upaya bersama untuk menjaga bumi kita," kata dia.
Tag: #kelompok #perempuan #muda #memegang #kunci #penanggulangan #perubahan #iklim #indonesia