Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diberi Sanksi Sosial dan Tak Boleh Terlibat Lagi
- Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman mengungkapkan pihaknya memberikan sanksi tidak akan melibatkan kembali juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 dalam LCC ke depannya.
Selain itu, Akbar juga menyinggung bahwa para juri telah mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat.
"Termasuk mengevaluasi juri, tidak dilibatkan kembali. Oleh karena itu mungkin itu bisa menjadi jawaban terhadap kegiatan LCC yang sebelumnya menjadi kegaduhan di publik," ujar Akbar, dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
"Yang jelas sampai dengan hari ini, kami tidak ada pembahasan mengenai sampai kapan (di-blacklist dari juri LCC). Tapi, yang jelas karena ini sudah menjadi sanksi sosial di publik," sambung dia.
Baca juga: Pengamat Nilai Final LCC di Kalbar Tidak Cerminkan Semangat 4 Pilar MPR
Akbar mengatakan, MPR telah membaca seluruh aspirasi masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat kontroversi dalam final LCC 4 Pilar Kalbar.
Akbar berjanji MPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar ke depannya.
"Dengan beberapa adanya poin-poin yang sudah disampaikan dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, saya pikir sudah cukup untuk memberikan penjelasan kepada publik," ujar dia.
Akbar kembali meminta maaf atas kekisruhan yang terjadi di masyarakat.
Ia menyebut, LCC 4 Pilar akan menunjuk juri dari pakar hukum tata negara, bukan unsur MPR lagi.
"Sekali lagi, kami memohon maaf. Dan kami meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia agar pelaksanaan ini bisa berjalan dengan baik," kata Akbar.
Baca juga: Mengenal Empat Pilar MPR RI di Tengah Ramainya Polemik Lomba Cerdas Cermat
"Selagi LCC terlaksana, saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara. Kurang lebih seperti itu," imbuh dia.
Polemik ini terjadi saat tim SMAN 1 Pontianak beradu dengan tim dari SMAN 1 Sambas di Lomba Cerdas Cermat empat pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Saat itu, ada pertanyaan mengenai "DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?".
Awalnya, regu C yaitu SMAN 1 Pontianak terlebih dahulu menjawab namun dewan juri menyebut itu salah dan dikurangi 5 poin.
Kemudian, regu B, yakni SMAN 1 Sambas menjawab jawaban yang sama malah mendapat tambahan 10 poin.
Baca juga: MPR Ganti Semua Juri di Final Ulang Cerdas Cermat Empat Pilar Kalbar Nanti
Meski regu B sudah protes, dewan juri menyebut kesalahan regu B adalah artikulasi.
Cuplikan saat mereka bertanding viral, netizen ikut kecewa sampai pihak MPR RI meminta maaf dan menawarkan pertandingan ulang.
Meski begitu, kedua sekolah sama-sama menolak final ulang, dan kini MPR memutuskan membatalkan pelaksanaan LCC ulang.
Tag: #juri #cerdas #cermat #pilar #diberi #sanksi #sosial #boleh #terlibat #lagi