KNKT Akui Masih Kesulitan Buka Data Digital Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono usai melakukan inspeksi jalur bersama jajaran Direktur KAI pada Rabu (3/12/2025).(KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH)
19:30
13 Mei 2026

KNKT Akui Masih Kesulitan Buka Data Digital Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

- Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengakui kesulitan membuka data digital untuk menginvestigasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat yang terjadi pada 27 April lalu.

“Kalau gampang bukanya ya cepat, tapi kadang-kadang kan digital itu juga susah,” kata Soerjanto saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Ketua Komisi V Heran KNKT Lambat Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi

Akibat kendala tersebut, KNKT belum dapat memastikan kapan investigasi rampung dan penyebab kecelakaan bisa diumumkan.

Menurut Soerjanto, KNKT hingga kini masih berada dalam tahap pengumpulan data di lapangan. Sejumlah aspek teknis juga masih diperiksa, mulai dari persinyalan, lintas perjalanan kereta, hingga komunikasi.

“Jadi kami masih dalam tahap pengumpulan data-data di lapangan dan masih ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintas, kemudian komunikasi seperti apa,” ungkap dia.

Soerjanto mengatakan, KNKT juga masih harus mewawancarai sejumlah pihak yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Namun, jumlah orang yang akan dimintai keterangan bergantung pada hasil evaluasi data digital yang sedang dibuka.

“Tergantung dari kan kita buka di kereta itu ada CCTV, ada yang pakai data semacam blackbox-nya dan nanti tergantung dari hasil evaluasi dari data-data tersebut apakah kita perlu minta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah tersebut,” kata Soerjanto.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Maintenance pada Taksi Green SM di Tragedi Bekasi Timur

Tak hanya data dari kereta, KNKT juga tengah mengunduh data digital dari taksi yang terlibat dalam rangkaian peristiwa kecelakaan tersebut.

Menurut Soerjanto, data dari kendaraan itu akan digunakan untuk mengklarifikasi kronologi kejadian bersama pengemudi dan pihak lain yang berada di lokasi saat kejadian.

“Sebagian data sudah kami peroleh tapi kami juga perlu mengklarifikasi lagi dengan pengemudinya, nanti kalau data yang di mobil taksi itu kan ada blackbox-nya juga. Ini lagi kita unduh nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitarnya apa yang terjadi di taksi green taksi tadi,” tutur Soerjanto.

Meski investigasi belum selesai, Soerjanto memastikan seluruh pihak sejauh ini kooperatif dalam memberikan keterangan kepada KNKT.

“Kooperatif, enggak ada halangan kalau kita minta keterangan,” tegas Soerjanto.

KNKT belum targetkan selesainya investigasi

Saat ditanya tenggat waktu penyelesaian investigasi, Soerjanto menegaskan KNKT belum dapat menentukan target karena masih ada sejumlah data yang belum berhasil dibuka.

“Kami belum bisa tentukan karena masih ada data-data yang belum bisa kita buka,” ujar dia.

Soerjanto juga menekankan bahwa KNKT tidak berfokus mencari pihak yang harus disalahkan dalam kecelakaan tersebut.

“Kita enggak cari mengarah ke siapa tapi kita apa penyebab dari kecelakaan dan hasilnya adalah rekomendasi untuk keselamatan,” pungkas Soerjanto.

Anggota dewan pertanyakan lamanya investigasi

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan lamanya proses investigasi KNKT terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.

Dalam rapat kerja pembahasan kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Rabu (13/5/2026), Lasarus menilai penyebab kecelakaan seharusnya dapat lebih cepat ditemukan karena seluruh instrumen pendukung masih tersedia.

“Pak KNKT kita berharap, Pak. karena alasan Pak Menteri (Perhubungan) ini karena hasil investigasi KNKT belum selesai, saya juga bingung Bapak kok lama banget investigasi ini,” ujar Lasarus.

Baca juga: Menunggu Tersangka Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Politikus PDI-Perjuangan itu pun membandingkan investigasi kecelakaan kereta dengan kecelakaan pesawat yang biasanya membutuhkan pencarian kotak hitam.

“Ini kan bukan pesawat yang meledak itu semua ada di situ kok pak instrumennya semuanya ada orangnya ada ya kan? Semua ya bisa tanpa peralatan khusus lah ini semua secara kasat mata bisa dilihat enggak perlu cari kotak hitam juga,” kata dia.

Tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB.

Total korban dalam kecelakaan tersebut mencapai 106 orang. Sebanyak 16 orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif, sedangkan 90 lainnya mengalami luka-luka.

Tag:  #knkt #akui #masih #kesulitan #buka #data #digital #kecelakaan #kereta #bekasi #timur

KOMENTAR