Pelibatan TNI dalam LPDP Dikhawatirkan Ganggu Kekritisan Pendidikan Tinggi
Ilustrasi mahasiswa penerima beasiswa(Pixabay/Marcela )
15:58
5 Mei 2026

Pelibatan TNI dalam LPDP Dikhawatirkan Ganggu Kekritisan Pendidikan Tinggi

- Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji menilai bahwa pelibatan TNI dalam program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berpotensi mengganggu kekritisan dalam dunia akademik.

Padahal, mahasiswa dilatih untuk bertanya, menguji gagasan, mengkritik teori, dan bahkan menantang kemapanan.

“Kalau pendekatan (TNI) ini terlalu dominan, kita bisa menghasilkan lulusan yang patuh, tetapi kurang kritis. Padahal dunia akademik global justru membutuhkan manusia yang mampu berpikir mandiri," ujar Indra saat dihubungi, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Pengamat Dorong Kejelasan Program dan Tujuan Pelibatan TNI dalam LPDP

Menurutnya, simbol pelibatan militer dalam pembekalan sipil juga perlu dilihat secara hati-hati. Ia menjelaskan, pendidikan seharusnya memperkuat otonomi warga negara, bukan sekadar membiasakan mereka tunduk pada instruksi.

Negara disebutnya boleh menanamkan nasionalisme, tetapi nasionalisme tidak boleh direduksi menjadi kepatuhan formal.

Indra mengatakan, masalah utama LPDP bukan semata-mata kurangnya nasionalisme para awardee.

Sebab banyak alumni bukan tidak mencintai Indonesia, tetapi menghadapi kenyataan bahwa ekosistem nasional belum siap menyerap keahlian mereka.

"Banyak lulusan LPDP belajar bidang-bidang sangat strategis seperti kecerdasan buatan, bioteknologi, energi terbarukan, kebijakan publik, kesehatan global, ekonomi pembangunan, pendidikan, hingga teknologi digital. Tetapi ketika pulang, mereka berhadapan dengan birokrasi yang lambat, pasar riset yang sempit, kampus yang minim dana penelitian, serta lembaga publik yang belum sepenuhnya berbasis meritokrasi,” kata Indra.

Baca juga: TNI Fasilitasi Pembekalan Beasiswa LPDP, Waka Komisi I: Wujudkan SDM Berwawasan Kebangsaan

Oleh karena itu, ia menilai perlunya pemerintah menjelaskan tujuan dari pelibatan TNI dalam pembekalan bagi penerima beasiswa LPDP.

Sebab, ia menilai isu pelibatan TNI ini tidak bisa disederhanakan dalam posisi hitam dan putih atau setuju dan menolak.

"Kalau tujuannya membangun disiplin, integritas, ketahanan mental, dan kesadaran kebangsaan, tentu ada nilai-nilai dari tradisi militer yang bisa dipelajari. Tetapi kalau pendekatan ini menjadi dominan dan berubah menjadi penyeragaman cara berpikir, itu berisiko," ujar Indra.

Baca juga: Mengapa TNI Beri Pembekalan ke Penerima Beasiswa LPDP?

Penjelasan LPDP

Sementara itu, Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Lukmanul Hakim menjelaskan terkait keterlibatan TNI untuk pembekalan penerima beasiswa LPDP yang digelar di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (4/5/2026) hingga Sabtu (9/5/2026).

Lukmanul menegaskan bahwa keterlibatan militer dalam program ini bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah terjalin sebelumnya.

"Terkait lokasi pelaksanaan, PK (persiapan keberangkatan) yang diselenggarakan di Lanud Halim Perdanakusuma bukan merupakan yang pertama kali dilakukan dalam kerja sama dengan TNI," kata Lukman, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.

Baca juga: Anggota DPR Ingatkan Pelibatan TNI di LPDP Harus Hati-hati, Jangan Geser Tujuan Pendidikan

Ia menuturkan, PK bertujuan untuk membekali penerima beasiswa dengan penguatan karakter, nilai kebangsaan, kepemimpinan, etika, serta kesiapan mental dan sosial.

Dengan begitu, awardee dapat menjalani masa studi dengan optimal serta bertanggung jawab sebagai penerima beasiswa negara.

"LPDP secara berkelanjutan menyelenggarakan PK sebagai bagian dari pelatihan awal bagi penerima beasiswa sebelum melaksanakan studi," ujar Lukman.

Tag:  #pelibatan #dalam #lpdp #dikhawatirkan #ganggu #kekritisan #pendidikan #tinggi

KOMENTAR