Gibran Tetap Dampingi Prabowo pada 2029? Politikus PAN: Popularitas Jokowi Masih Sangat Tinggi
- Politikus senior PAN Dradjad Wibowo menilai peluang Gibran Rakabuming Raka kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 sangat bergantung pada konstelasi politik, terutama faktor elektoral Joko Widodo (Jokowi), sang ayah.
Menurut Dradjad, hingga saat ini popularitas Jokowi masih sangat tinggi dan berpotensi memberikan efek elektoral kepada Gibran sebagai putranya.
“Tentu sangat amat tergantung konstelasi nanti. Sekarang ini kita harus akui Pak Jokowi itu masih popularitasnya sangat tinggi," kata Dradjad dikutip dari tayangan YouTube Gaspol Kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Politikus PAN Sebut Bakal Banyak Figur Berebut Jadi Pendamping Prabowo di Pilpres 2029
"Jadi ya, kalau popularitas Pak Jokowi tetap sangat tinggi dan kemudian Mas Gibran dapet coattail efeknya dari Pak Jokowi, tentu Pak Prabowo akan sangat rasional untuk mengajak Mas Gibran kembali," lanjutnya.
Ia menegaskan, keputusan terkait pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 2029 akan sangat ditentukan oleh kalkulasi rasional partai dan kandidat.
Dradjad juga mengingatkan bahwa faktor Gibran tidak bisa dilihat secara terpisah, melainkan harus dikaitkan dengan kekuatan elektoral Jokowi yang masih memiliki basis pemilih besar.
Selain itu, ia menyoroti aktivitas Gibran yang dinilai aktif turun ke masyarakat, seperti mengunjungi sekolah dan kampus, yang turut memperkuat basis dukungannya.
“Dan jangan lupa Mas Gibran itu rajin lho keliling. Oh iya. Ke sekolah-sekolah, universitas. Dan jangan lupa, apa namanya, banyak yang fans-nya Mas Gibran banyak. Jadi ya wajar sekarang, jadi ya semua rajin keliling lah," ungkapnya.
Baca juga: Politikus PAN: Belum Terlihat Penantang Prabowo di Pilpres 2029
Di sisi lain, Dradjad menyebut sejumlah tokoh lain juga mulai aktif membangun elektabilitas, meskipun belum secara terbuka menyatakan langkah politiknya.
Lebih lanjut, kata dia, setiap partai pada dasarnya ingin mengajukan kader terbaiknya, termasuk peluang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk maju sebagai calon wakil presiden.
“Jadi kalau memang nanti ternyata konstelasinya memungkinkan Bang Zul (Zulkifli Hasan) untuk jadi cawapresnya Pak Prabowo, ya tentu akan kita ambil gitu loh," katanya.
Namun demikian, Dradjad menilai pembahasan mengenai pasangan calon masih terlalu dini untuk saat ini.
Lebih dalam, ia menilai pengaruh Jokowi terhadap arah dukungan partai politik akan sangat ditentukan oleh posisinya menjelang masa pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Baca juga: Politikus PAN: Partai Punya Menteri di Kabinet tapi Tak Masuk Parlemen Kurang Dianggap
Menurut Dradjad, kekuatan politik mantan presiden biasanya dapat terlihat dari soliditas basis pemilihnya, sebagaimana yang terjadi pada Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
“Ibu Mega faktanya pemilihnya sangat solid segitu kan? Pak SBY sempat tinggi, tapi kemudian turun kan? Nah Pak Jokowi karena beliau tidak punya partai, belum terlihat. Tapi nanti pada saatnya akan terlihat nanti, akan muncul," ungkap dia.
Dradjad menambahkan, sekitar enam bulan menjelang pendaftaran capres-cawapres, peta kekuatan politik akan mulai terbaca lebih jelas, termasuk peluang Gibran kembali mendampingi Prabowo.
Tag: #gibran #tetap #dampingi #prabowo #pada #2029 #politikus #popularitas #jokowi #masih #sangat #tinggi