Penjaga Perdamaian Tewas di Tanah Lebanon, Duka Mendalam Selimuti Bangsa
Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.(UNITED NATIONS INTERIM FORCE LEBANON (UNIFIL))
05:22
1 April 2026

Penjaga Perdamaian Tewas di Tanah Lebanon, Duka Mendalam Selimuti Bangsa

- Kabar duka datang dari Lebanon Selatan. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur saat menjalankan tugas.

Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Inf Zulmi Aditya.

Kepergian ketiganya tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga dan rekan sesama prajurit, tetapi juga menghadirkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia.

Presiden Prabowo berduka

Dari Tanah Air, ucapan belasungkawa dan penghormatan pun mengalir.

Baca juga: RI Desak Investigasi Gugurnya 3 Prajurit TNI: Kami Tak Minta Alasan Israel

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas gugurnya para prajurit tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mengenang pengabdian mereka yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah.

"Inna lillahi wa inna 'ilaihi raaji'uun. Turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," tulis Prabowo dalam unggahannya, Selasa (31/3/2026).

Pemerintah, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, juga menyampaikan keprihatinan mendalam.

Ia menegaskan, pemerintah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Menteri Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, hingga Panglima TNI untuk mempercepat pemulangan jenazah para prajurit ke Tanah Air.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Puan: Negara Berhak Minta Pertanggungjawaban Komunitas Internasional

Di saat yang sama, pemerintah juga mendorong adanya investigasi atas insiden tersebut.

"Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur," ucap dia.

MPR kutuk keras Israel

Ucapan duka juga disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Ia menyebut gugurnya para prajurit sebagai kehilangan besar, sekaligus mengutuk keras serangan yang menewaskan mereka.

Menurutnya, para prajurit TNI tersebut merupakan putra terbaik bangsa yang tengah menjalankan mandat perdamaian dunia.

“Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dengan 732 anggota majelis mengutuk dengan keras tindakan Israel yang sangat biadab terhadap putra-putra terbaik kita yang sedang menjalankan misi perdamaian,” kata dia.

Baca juga: Gerindra Kecam Serangan Israel yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon

JK: Mereka pahlawan perdamaian

Dari sisi kemanusiaan, Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menyebut para prajurit yang gugur sebagai pahlawan perdamaian dunia.

Ia menilai pengorbanan mereka menjadi simbol kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas global.

"Mereka adalah pahlawan perdamaian, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan dan stabilitas dunia,” ujar JK dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).

"Ini adalah kehilangan besar, namun juga kebanggaan bagi bangsa,” imbuh dia.

Kronologi tewasnya prajurit

Peristiwa yang merenggut nyawa ketiga prajurit tersebut terjadi dalam dua rangkaian insiden.

Pada Minggu (29/3/2026), Praka Farizal Rhomadhon gugur saat menunaikan ibadah shalat Isya, ketika serangan antara Israel dan Hizbullah terjadi di wilayah penugasan UNIFIL.

Baca juga: JK: Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon adalah Pahlawan Perdamaian Dunia

Dalam insiden yang sama, tiga prajurit lain, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, mengalami luka-luka.

Sehari berselang, Senin (30/3/2026), insiden kembali terjadi.

Saat itu, tim pengawal dari Kompi B Satgas Yonmek TNI yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve tengah mengamankan konvoi logistik dari satu pos ke pos lainnya di wilayah UNIFIL.

Di tengah perjalanan, kendaraan yang ditumpangi Kapten Inf Zulmi Aditya, Sertu Muhammad Nur Ichwan, serta dua prajurit lainnya tiba-tiba meledak.

Ledakan tersebut diduga berasal dari ranjau, disertai serangan bersenjata saat proses evakuasi berlangsung.

Selain dua prajurit yang gugur, beberapa personel lain juga mengalami luka, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Di balik seragam dan tugas yang diemban, ada nyawa yang dipertaruhkan demi menjaga stabilitas dunia.

Kini, tiga prajurit itu telah gugur, meninggalkan duka yang dalam, sekaligus jejak pengabdian yang akan selalu dikenang.

Tag:  #penjaga #perdamaian #tewas #tanah #lebanon #duka #mendalam #selimuti #bangsa

KOMENTAR