Tak Gentar Ancaman AS, Iran dan Oman Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.(ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI via AFP)
10:18
30 Mei 2026

Tak Gentar Ancaman AS, Iran dan Oman Bahas Pengelolaan Selat Hormuz

- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan, pihaknya tengah menggelar pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz di masa depan. 

Langkah ini dilakukan di tengah gertakan ekonomi yang dilayangkan oleh Amerika Serikat (AS).

Melalui unggahannya di X, Araghchi menyatakan bahwa pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, berlangsung sangat produktif. 

Ia menegaskan solidaritas penuh Iran terhadap Masqat dalam menghadapi segala bentuk tekanan luar, seraya mengklaim bahwa pengelolaan tersebut akan tetap berjalan di bawah koridor hukum internasional dan tanggung jawab kedaulatan masing-masing negara.

"Kami membahas Selat Hormuz dan pengelolaannya di masa depan sesuai dengan tanggung jawab kedaulatan kami dan hukum internasional. Kami menyambut baik konsultasi dengan semua negara tetangga," kata Araghchi dalam unggahannya di X.

Baca juga: Trump Gelar Rapat Rahasia di Gedung Putih, Tentukan Nasib Perang Iran

AS beri peringatan kepada Oman

Sebelumnya, dikutip dari AFP, Jumat (29/5/2026), Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent mengancam akan menargetkan Oman jika membantu memberlakukan sistem pungutan tol di Selat Hormuz.

Ia turut memperingatkan akan adanya sanksi terhadap semua pihak yang terlibat dalam tindakan tersebut.

"Oman, khususnya, harus tahu bahwa Departemen Keuangan AS akan secara agresif menargetkan aktor mana pun yang terlibat, secara langsung atau tidak langsung, dalam memfasilitasi pungutan tol untuk Selat Hormuz dan mitra yang bersedia akan dihukum," Bessent memperingatkan dalam sebuah unggahan di X.

Baca juga: Bukan Cuma AS dan Israel, UEA Ikut Bombardir Iran dengan Puluhan Serangan

Menurutnya, AS tidak akan mentolerir upaya apa pun untuk memberlakukan sistem pungutan tol di Selat Hormuz.

Hal ini merujuk pada usulan Iran untuk melakukan pungutan sebagai bagian dari potensi kesepakatan dengan Washington.

Dalam konferensi pers Gedung Putih, Bessent mengaku telah berbicara dengan duta besar Oman pada Kamis (28/5/2026) pagi dan menerima jaminan bahwa tidak ada rencana untuk mengenakan tol di jalur perairan penting tersebut.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa ini tidak mungkin dan dia tidak ingin mengambil risiko baik individu Oman maupun lembaga keuangan Oman dikenai sanksi," ujar Bessent.

Baca juga: Trump Siap Ambil Keputusan Final Soal Iran, tapi Ada Syarat yang Bikin Teheran Berang

"Otoritas Selat" Iran terima sanksi AS

Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.ISNA/RAZIEH POUDAT via AFP Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.

Ancaman Bessent itu muncul beberapa jam setelah Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada "Otoritas Selat Teluk Persia" Iran, badan baru Teheran yang mengumpulkan biaya untuk melintasi selat tersebut.

Washington memperluas ancaman sanksi kepada siapa pun yang membayar biaya tersebut, karena dianggap memberikan dukungan kepada dan menerima layanan dari Garda Revolusi Iran. 

Selat Hormuz yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia, telah menjadi titik konflik sejak AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari.

Baca juga: Trump Susun Keputusan Akhir soal Iran, Ada 2 Poin Krusial

Tindakan balasan Teheran telah menjerumuskan kawasan itu ke dalam kekerasan dan menyebabkan Iran praktis memblokir selat tersebut, sehingga harga energi dan pupuk global melonjak.

Oman telah menjadi mediator dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran di Jenewa sebelum perang.

Pada Kamis, Amerika Serikat dan Iran saling menuduh melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung setelah terjadi baku tembak, yang merupakan serangan paling serius sejak mereka menyepakati gencatan senjata pada bulan April.

Kedua negara telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung selama berminggu-minggu melalui mediator untuk mengakhiri konflik, namun sejauh ini belum membuahkan hasil.

Tag:  #gentar #ancaman #iran #oman #bahas #pengelolaan #selat #hormuz

KOMENTAR