Piala Dunia 2026: Tinggalkan Italia, Rekan Jay Idzes Pilih Bela Australia
Cristian Volpato memutuskan meninggalkan timnas Italia dan memilih memperkuat Australia menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.(AFP/MARCO BERTORELLO)
10:40
30 Mei 2026

Piala Dunia 2026: Tinggalkan Italia, Rekan Jay Idzes Pilih Bela Australia

Rekan Jay Idzes di Sassuolo, Cristian Volapato, meninggalkan timnas Italia dan memilih bergabung dengan skuad Australia jelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Christian Volpat langsung terbang menuju Amerika Serikat guna bergabung dengan tim Socceroos.

Langkah kepindahan Cristian Volapato ini dilakukan hanya dua pekan sebelum turnamen akbar tersebut dimulai.

Volpato secara resmi telah dimasukkan ke dalam daftar pemusatan latihan pelatih Tony Popovic di Los Angeles untuk persiapan laga internasional melawan Meksiko.

Terkait perpindahan asosiasi sang pemain, pihak Federasi Sepak Bola Australia atau FA tengah mengurus proses ratifikasinya ke otoritas sepak bola dunia.

Baca juga: Jay Idzes Absen, Ini Stok Bek Tengah Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Pihak FA merilis pernyataan bahwa mereka telah mengajukan dokumen resmi kepada FIFA dan tengah menunggu Surat Izin Perubahan Asosiasi.

Mengingat FA sudah mengantongi surat izin dari Federasi Sepak Bola Italia, pemain berusia 22 tahun yang lahir di Sydney itu akan sah mewakili Australia begitu restu FIFA turun.

Perpindahan ini menarik perhatian publik karena sebelumnya sang pemain sempat mengutarakan niatnya untuk menunggu panggilan timnas senior Italia, yang pada akhirnya gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia.

Menanggapi keputusan mantan pemain AS Roma tersebut, Tony Popovic memberikan respons singkat.

"Saya mendoakan yang terbaik untuknya," kata Popovic beberapa hari usai kabar tersebut mencuat dikutip dari Daily Mail.

Kini, ujian sesungguhnya bagi skuad Socceroos akan berlangsung di Rose Bowl, Pasadena, California.

Laga kontra Meksiko menjadi audisi penentuan yang krusial, mengingat ada 30 pemain yang bersaing ketat untuk memperebutkan 26 tempat final sebelum tenggat waktu penyerahan skuad pada 1 Juni mendatang.

Bayang-bayang Piala Dunia 2006

Baca juga: Jay Idzes Absen Bela Timnas di FIFA Matchday Juni 2026, Ungkap Kekecewaan

Ketatnya persaingan seleksi ini sangat dipahami oleh mantan penyerang timnas, Archie Thompson.

Penjaga gawang timnas Australia Joe Gauci meninju bola selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia antara Australia dan China di Adelaide pada 10 Oktober 2024.AFP/BRENTON EDWARDS Penjaga gawang timnas Australia Joe Gauci meninju bola selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia antara Australia dan China di Adelaide pada 10 Oktober 2024.

Ia pernah mengalami tekanan serupa saat berjuang memperebutkan tempat di bawah asuhan Guus Hiddink pada perhelatan Piala Dunia 2006.

Thompson mengerti betul bagaimana para pemain saat ini berusaha sekuat tenaga memikat hati Popovic.

"Sedikit demi sedikit yang Anda miliki dapat meningkatkan dan mungkin mengubah pikirannya," timpal Thompson.

"Mengenakan jersey Australia untuk kualifikasi Piala Dunia, atau bahkan hanya pertandingan persahabatan, selalu menegangkan, karena Anda ingin selalu tampil maksimal, tetapi yang satu ini memiliki daya tarik tersendiri."

Pengalaman masa lalu membuatnya sangat berempati dengan situasi skuad saat ini.

"Saya sudah pernah ke sana sebelumnya, itu melelahkan," tegas pria kelahiran Otorohanga pada 23 Oktober 1978 itu.

Meski berstatus sebagai salah satu penyerang top pada masanya, Thompson tidak mendapat menit bermain di turnamen tahun 2006 karena harus mengantre di belakang striker utama seperti Mark Viduka dan John Aloisi.

Nasibnya kian malang saat cedera lutut memupus harapannya di tahun 2010, disusul pencoretan dirinya oleh Ange Postecoglou pada 2014.

Baca juga: Rating Jay Idzes di Laga Parma Vs Sassuolo, Persentase Umpan Akurat Tinggi

"Saya benar-benar bisa memahami posisi yang dialami para pemain itu," ungkap Archie Thompson.

"Selalu ada liku-liku dalam kemungkinan dia melihat sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya di kamp-kamp tersebut, entah itu sepak bola, mungkin mentalitas Anda, karena saya tahu Popa sangat menekankan hal itu."

Dinamika Pemilihan Pemain

Saat ini, lini pertahanan tengah diperebutkan oleh nama-nama seperti Jason Geria, Milos Degenek, Kai Trewin, hingga pemain belia Lucas Herrington.

Di sisi lain, pemanggilan Nishan Velupillay sempat memicu perdebatan, walau Thompson yakin Popovic memiliki standar penilaian tersendiri.

"Dia sangat loyal kepada para pemain yang tidak mengecewakannya," kata Thompson.

Kondisi tim juga tengah diuji oleh badai cedera yang menimpa Riley McGree, Lewis Miller, Patrick Yazbek, Nicholas D'Agostino, dan Hayden Matthews, serta pencoretan Mitch Duke, Alex Robertson, dan Anthony Caceres.

Di sektor penjaga gawang, Mat Ryan dipastikan mengisi pos utama, sementara posisi cadangan masih menjadi tanda tanya.

Baca juga: Dipanggil ke Timnas Indonesia, Jay Idzes Justru Masih Berkutat dengan Cedera

Penentuan skuad juga bergantung pada kebugaran akhir pemain seperti Aiden O'Neill dan Mathew Leckie.

Menyortir susunan pemain bukanlah perkara mudah, termasuk bagaimana mengintegrasikan amunisi baru seperti Cristian Volapato ke dalam skema ideal.

Terkait kerumitan seleksi ini, Thompson menutupnya dengan memberikan pandangan mengenai cara kerja sang pelatih.

"Popa tahu atau dia memiliki gagasan tentang inti dari apa yang dia inginkan, dan kemudian jelas itu akan melibatkan pemain-pemain pendukung dan apakah mereka dapat menyesuaikan diri dengan apa yang dia inginkan."

"Mungkin ada sesuatu yang dia lewatkan, atau setidaknya cadangan. Ini selalu sangat sulit," pungkas ArchieThompson.

Tag:  #piala #dunia #2026 #tinggalkan #italia #rekan #idzes #pilih #bela #australia

KOMENTAR