Blue Moon Akan Muncul pada 31 Mei 2026, Apa Itu dan Mengapa Disebut Langka?
Ilustrasi Blue Moon (Unsplash/Macau Photo Agency)
11:56
30 Mei 2026

Blue Moon Akan Muncul pada 31 Mei 2026, Apa Itu dan Mengapa Disebut Langka?

Langit malam pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang akan menyuguhkan salah satu fenomena astronomi yang cukup jarang terjadi, yaitu Blue Moon.

Meski namanya mengandung kata "blue" atau biru, bulan purnama ini tidak akan berubah warna menjadi biru seperti yang banyak dibayangkan.

Fenomena langit inimenarik perhatian karena kemunculannya yang tidak terjadi setiap bulan, hanya muncul dalam kondisi tertentu sehingga sering dikaitkan dengan sesuatu yang langka.

Blue Moon pun menjadi momen menarik untuk diamati. Pasalnya, fenomena ini bisa disaksikan tanpa teleskop atau peralatan khusus selama kondisi cuaca mendukung.

Lantas, apa sebenarnya Blue Moon dan kapan waktu terbaik untuk melihatnya?

Posisi Blue Moon 22 Agustus 2021. [NASA]Ilustrasi posisi Blue Moon (NASA)

Apa Itu Blue Moon?

Menyadur dari NASA, Blue Moon bukanlah bulan purnama yang berwarna biru. Secara visual, Blue Moon tampak sama seperti bulan purnama biasa yang muncul setiap bulan.

Istilah Blue Moon digunakan untuk menyebut bulan purnama "tambahan" yang muncul dalam kondisi tertentu. Saat ini terdapat dua definisi yang dikenal luas dalam dunia astronomi.

Menurut laman astronomi Time and Date, definisi pertama adalah seasonal Blue Moon, yaitu bulan purnama ketiga dalam satu musim astronomi yang memiliki empat kali bulan purnama.

Sementara definisi kedua yang lebih populer adalah monthly Blue Moon, yakni bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender yang sama.

Blue Moon Akan Terjadi pada 31 Mei 2026

Menyadur dari Time and Date, fenomena Blue Moon berikutnya akan terjadi pada 31 Mei 2026 dan termasuk kategori monthly Blue Moon.

Peristiwa ini terjadi karena bulan purnama pertama sudah muncul pada awal Mei 2026.

Dengan jarak rata-rata sekitar 29,5 hari antarbulan purnama, maka satu bulan kalender tersebut kembali memiliki purnama kedua di penghujung bulan.

Time and Date mencatat puncak fase purnama Blue Moon terjadi pada 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC.

Lantaran perbedaan zona waktu, tanggal pengamatan dapat sedikit berbeda di beberapa wilayah dunia.

Di Indonesia, bulan purnama diperkirakan mulai terlihat setelah matahari terbenam sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat dan akan tampak terang sepanjang malam jika cuaca cerah.

Mengapa Disebut Blue Moon?

Asal-usul istilah Blue Moon masih menjadi bahan diskusi di kalangan sejarawan dan astronomi.

Sebagian ahli berpendapat istilah tersebut muncul setelah letusan gunung berapi besar pada masa lalu. Abu dan partikel di atmosfer diduga membuat bulan tampak kebiruan sehingga melahirkan istilah Blue Moon.

Ada pula teori yang menyebut istilah tersebut sudah digunakan lebih dari 400 tahun lalu sebagai ungkapan untuk sesuatu yang sangat langka atau bahkan mustahil terjadi.

Seiring waktu, frasa "once in a blue moon" menjadi ungkapan populer dalam bahasa Inggris yang menggambarkan kejadian yang jarang terjadi.

Seberapa Langka Fenomena Blue Moon?

Blue Moon memang tergolong peristiwa yang tidak sering muncul. Menurut NASA, baik monthly Blue Moon maupun seasonal Blue Moon rata-rata hanya terjadi sekitar sekali setiap dua hingga tiga tahun.

Data dari Time and Date menunjukkan bahwa dalam rentang tahun 1550 hingga 2650 terdapat 456 monthly Blue Moon dan 408 seasonal Blue Moon.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa fenomena ini memang relatif jarang dibandingkan bulan purnama biasa.

Oleh sebab itu, kemunculan Blue Moon selalu menarik perhatian para pengamat langit di berbagai negara.

Apakah Blue Moon Benar-Benar Berwarna Biru?

Jawabannya adalah tidak.

Dalam kondisi normal, Blue Moon akan terlihat sama seperti bulan purnama lainnya. Warna bulan tetap tampak putih keperakan atau kekuningan tergantung kondisi atmosfer dan posisi pengamatan.

Menyadur dari NASA dan Time and Date, bulan yang benar-benar terlihat biru sangat jarang terjadi. Fenomena tersebut biasanya dipengaruhi oleh kondisi atmosfer tertentu, seperti adanya asap kebakaran hutan, abu vulkanik, atau partikel khusus di udara yang memengaruhi cara cahaya tersebar.

Jadi, meskipun disebut Blue Moon, masyarakat tidak perlu berharap melihat bulan berwarna biru pada 31 Mei 2026.

Editor: Nur Khotimah

Tag:  #blue #moon #akan #muncul #pada #2026 #mengapa #disebut #langka

KOMENTAR