JK: Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon adalah Pahlawan Perdamaian Dunia
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla saat memberikan keterangan di Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Rabu (18/3/2026).(Shela Octavia)
18:26
31 Maret 2026

JK: Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon adalah Pahlawan Perdamaian Dunia

- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menganggap tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur di Lebanon merupakan pahlawan perdamaian dunia.

"Mereka adalah pahlawan perdamaian, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan dan stabilitas dunia,” ujar JK dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).

Tiga prajurit dari Indonesia itu tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Baca juga: Anggota DPR Fraksi NasDem: Misi Perdamaian TNI Harus Tetap Lanjut

Ia pun menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI itu.

Prajurit yang gugur bukan hanya pejuang bagi bangsa, tetapi juga simbol pengabdian Indonesia untuk dunia.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," beber JK.

"Ini adalah kehilangan besar, namun juga kebanggaan bagi bangsa,” imbuh dia.

Baca juga: MPR Minta Pemerintah Beri Penghargaan ke Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Lebih lanjut, ia menilai, kehadiran TNI dalam misi perdamaian internasional menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi.

Peristiwa gugurnya prajurit TNI kata JK, kembali mengingatkan publik akan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik.

Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.Instagram/@farizalrmdn17 Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.

Meski demikian, Indonesia tetap konsisten mengirimkan kontingen dalam berbagai misi PBB sebagai bagian dari kontribusi aktif menjaga perdamaian global.

Jusuf Kalla pun mengajak masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Pengabdian mereka tidak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia," jelas JK.

Sertu Ichwan saat bertugas di Lebanon.KOMPAS.com/Egadia Birru Sertu Ichwan saat bertugas di Lebanon.

3 Prajurit TNI gugur, 5 luka-luka

Sebanyak delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban konflik bersenjata yang berkecamuk antara Israel versus Hizbullah di Lebanon Selatan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, situasi keamanan di wilayah penugasan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir.

“Pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi,” kata Rico dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (31/3/2026).

Dalam peristiwa itu, selain seorang prajurit gugur, seorang lainnya mengalami luka berat, dan dua orang mengalami luka ringan.

Insiden berikutnya terjadi sehari kemudian, di mana dua prajurit TNI gugur di tengah eskalasi konflik di wilayah tersebut, antara Lebanon dan Israel.

“Dalam insiden tersebut (pada 30 Maret 2025) dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat,” tambah dia.

Baca juga: Prabowo Berduka Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Tiga prajurit TNI yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang tewas pada 29 Maret, kemudian Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur pada 30 Maret.

Dalam dua hari, delapan prajurit TNI menjadi korban eskalasi konflik di Timur Tengah, baik yang gugur ataupun yang luka-luka.

Tag:  #prajurit #yang #gugur #lebanon #adalah #pahlawan #perdamaian #dunia

KOMENTAR