Parpol-parpol Dinilai Bebaskan Prabowo Tentukan Pendampingnya di 2029
Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran kabinet dalam Sidang Kabinet Paripurna 2025 di Istana Jakarta, Senin (15/12/2025).(Dok. Kementan)
12:38
16 Februari 2026

Parpol-parpol Dinilai Bebaskan Prabowo Tentukan Pendampingnya di 2029

- Ada fenomena politik yang nampak, partai-partai politik mendukung Presiden Prabowo Subianto dua periode namun dukungan itu tidak sepaket dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menyoroti fenomena ini.

PKB, Golkar, PAN, dan Demokrat belakangan ini menyampaikan dukungan kepada Prabowo terus, meski belum berupa sikap resmi partai.

Bahkan, PKB terang-terangan menyebut cawapres Prabowo masih dalam pembahasan, sementara PAN mengusulkan nama Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai pendamping.

"Sejumlah partai politik sudah menyuarakan dukungan dua periode kepada Prabowo Subianto. Menariknya, belum ada partai politik yang memberi dukungan sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka," ujar Jamiluddin kepada Kompas.com, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Parpol Gemakan Prabowo Dua Periode, Mengapa Tak Sepaket dengan Gibran?

Jamiluddin berpandangan, dukungan partai hanya kepada Prabowo ini tampaknya sudah melalui pertimbangan matang.

Dia menduga, partai politik itu sengaja memberi kebebasan kepada Prabowo untuk memilih wakilnya pada Pilpres 2029.

"Dengan tidak menyebut Gibran, berarti partai politik tidak menyandera Prabowo untuk tetap bersama pada Pilpres 2029. Partai politik membiarkan Prabowo siapa nantinya yang cocok mendampinginya pada Pilpres 2029," tuturnya.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. (Dokumentasi pribadi Jamiluddin Ritonga)Dokumentasi pribadi Jamiluddin Ritonga Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. (Dokumentasi pribadi Jamiluddin Ritonga)

Baca juga: Pengamat Nilai Gibran Tak Termasuk dalam Dukungan Dua Periode ke Prabowo

Jamiluddin mengatakan hal itu logis, mengingat hanya Prabowo yang tahu kecocokannya dengan Gibran.

Oleh karena itu, kata dia, membebaskan Prabowo memilih sendiri pasangannya di 2029 nanti merupakan sikap yang bijak dari partai politik.

"Jadi, partai politik tampaknya berupaya menjaga etika politik. Dengan begitu, Prabowo nantinya dapat menentukan pendampingnya yang sesuai kriteria yang ditetapkannya," tegas Jamiluddin.

Baca juga: Peneliti BRIN Menganalisis Sebab Parpol Enggan Dukung Wapres Gibran 2 Periode

Lalu, terkait kondusivitas pemerintahan Prabowo-Gibran, Jamiluddin melihat cara partai politik ini malah dapat meminimalkan perpecahan Kabinet Merah Putih.

Sebab, cara itu setidaknya tidak menunjukkan keberpihakan partai politik koalisi, baik kepada Gibran maupun sosok lain yang potensial untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.

Jamiluddin menduga partai-partai yang tidak menyebut nama Gibran hanya tidak mau mendahului Prabowo saja, karena khawatir dikira menyanderanya.

"Meskipun PAN menyuarakan Ketumnya Zulkifli Hasan sebagai calon pendamping Prabowo, namun hal itu dinyatakan sebagai pandangan pribadi. Hal itu bukanlah suara resmi PAN, sehingga tidak akan mengganggu secara politis jalannya pemerintahan," jelasnya.

"Jadi, dukungan partai politik hanya kepada Prabowo justru dapat menjaga kondusivitas jalannya pemerintahan. Partai politik yang merasa kadernya punya potensi, masih punya peluang untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029," sambung Jamiluddin.

Tag:  #parpol #parpol #dinilai #bebaskan #prabowo #tentukan #pendampingnya #2029

KOMENTAR