Kemnaker Buka Peluang Kerja Sama Dengan Pemerintah Kuwait Terkait Penempatan Tenaga Kesehatan
Menaker Ida Fauziyah saat menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Kuwait, Lena Maryana Mukti di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (23/2/2024). (Kemnaker untuk JawaPos.com)
20:32
23 Februari 2024

Kemnaker Buka Peluang Kerja Sama Dengan Pemerintah Kuwait Terkait Penempatan Tenaga Kesehatan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berinisiatif mengembangkan segala potensi yang ada untuk mendorong terciptanya kesempatan kerja baik di dalam maupun luar negeri.

Terbaru, Menaker Ida Fauziyah mengungkapkan rencana Pemerintah Indonesian untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kuwait terkait penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada sektor kesehatan.

Potensi penempatan tenaga kesehatan Indonesiaa di Kuwait terbuka lebar karena
Kuwait membutuhkan tenaga perawat sebanyak 2.500 hingga tahun 2024.

"Pemerintah Kuwait berencana untuk merekrut 500 tenaga kesehatan asal Indonesia untuk bekerja sebagai pegawai negeri di rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan Kuwait," ucap Menaker saat menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Kuwait, Lena Maryana Mukti di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (23/2/2024).

Ida mengatakan, sebelumnya Kementerian Kesehatan Negara Kuwait pernah mengusulkan untuk merekrut PMI sektor kesehatan melalui skema G to G dan berdasarkan hasil kesepakatan. Adapun BP2MI menjadi lembaga sentral kerja sama di bidang penempatan Pekerja Migran Indonesia sektor kesehatan dengan Kementerian Kesehatan Kuwait.

Ia mengungkapkan, sejak November 2021, Pemerintah Indonesia dan Kuwait telah membahas pengaturan teknis MoU kerja sama penempatan tenaga kesehatan.

Indonesia ke Kuwait yang tertuang dalam Technical Arrangement (TA) between the Indonesian Migrant Workers Protection Board of the Republic of Indonesia and the Ministry of Health of the State of Kuwait on the Placement and Protection of Indonesian Health Professionals in the State of Kuwait.

Menurutnya, pembahasan mengenai pengaturan teknis tersebut masih terus dilakukan institusi terkait baik di Indonesia maupun Kuwait. Walau pun pernah ditargetkan untuk diselesaikan pada September 2022, namun hingga saat ini pembahasan tersebut masih terus berlanjut.

"Oleh karena itu, kami berharap Dubes Indonesia untuk Kuwait dapat memediasi pengembangan kerja sama tersebut agar dapat berjalan dengan baik, sehingga penempatan pekerja migran ke Kuwait dapat terus dilakukan dengan lancar," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #kemnaker #buka #peluang #kerja #sama #dengan #pemerintah #kuwait #terkait #penempatan #tenaga #kesehatan

KOMENTAR