Butuh Kembalikan Jati Diri, PBNU Dianggap Butuh Pemimpin yang Bikin Teduh
- Mantan Korbid Pengkaderan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Ahmad Samsul Rijal menyoroti kondisi Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) setahun terakhir. Berbagai kontroversi yang terjadi harus disikapi serius untuk mencegah dampaknya meluas.
Ahmad menilai, Nahdliyyin merindukan kepemimpinan yang teduh. NU harus menjadi organisasi yang menerangi masyarakat dan dijauhkan dari kontroversi.
"Publik NU merindukan kepemimpinan yang teduh, mengakar dan kharismatik dengan kualitas pemimpin yang berkarakter serta bisa membangkitkan kebangggan terhadap organisasi. Kalaupun tidak sama dengan pendahulu NU, setidaknya tidak jauh mengikuti jejak kepemimpinan dan keteladanan mereka," ujanya, Kamis (5/2).
Ahmad menilai, saat ini PBNU tercemar dengan isu zionesme terutama karena pernyataan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang mendukung Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) bikinan Donald Trump.
"Belitan masalah di PBNU merupakan buah dari kepemimpinan yang melompat-lompat bagai politisi, membawa NU di luar arena khidmat yang semestinya. Lapangan khidmat yang utama tidak tergarap dengan baik, bahkan cenderung terabaikan, yakni membangkitkan ekonomi nahdliyyin, solidaritas di sektor kesehatan, sosial-budaya, spiritualitas dan lain-lain," imbuhnya.
Eks Katib Syuriyah PCNU Jombang ini berharap, Muktamar ke-35 NU bisa menjadi momentum pergantian kepemimpinan. Sehingga, kontroversi sekarang bisa segera teratasi.
"Nahdliyyin berharap pengganti pemimpin PBNU nanti, adalah figur-figur yang bisa mengembalikan jati diri NU, menguatkan peran secara efektif, dan menjawab tantangan jaman," jelasnya.
Ahmad melihat sosok mantan Wapres Ma’ruf Amin dan Pengasuh Ponpes Denanyar Jombar Abdussalam Shohib memiliki ketokohan yang baik memperbaiki PBNU.
"Beliau berdua bisa mengembalikan jati diri NU yang dibanggakan nahdliyyin, menguatkan akar jam’iyyah, dan menjawab tantangan jaman dengan peran PBNU lebih efektif," tandasnya.
Tag: #butuh #kembalikan #jati #diri #pbnu #dianggap #butuh #pemimpin #yang #bikin #teduh