Industri Pengolahan Mendominasi Kinerja Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sebuah kesempatan.(DOK. Humas Kemenperin)
19:42
5 Februari 2026

Industri Pengolahan Mendominasi Kinerja Ekonomi Nasional

- Industri pengolahan kembali menegaskan dominasinya dalam kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan menjadi sektor penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan kontribusi 19,07 persen.

Kontribusi industri pengolahan tercatat sebesar 18,67 persen pada 2023, meningkat menjadi 18,98 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 19,07 persen pada 2025.

Pertumbuhan industri pengolahan selama tiga tahun terakhir positif dan stabil. Pada 2023, pertumbuhan industri pengolahan sebesar 4,64 persen, pada 2024 menjadi 4,43, dan akhirnya naik signifikan menjadi 5,30 persen pada 2025. 

Industri pengolahan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dibanding sektor lainnya. 

Baca juga: Kemenperin Spil Roadmap Kendaraan Listrik di Indonesia 2023-2030

Pada 2023, misalnya, sektor tersebut memberikan sumbangan sebesar 0,95 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada 2024 industri pengolahan tumbuh menjadi 0,90 persen dan melanjutkan kenaikan menjadi 1,07 persen pada 2025.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, capaian tersebut menunjukkan kuatnya dominasi dan kontribusi industri pengolahan pada perekonomian nasional. 

“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar tapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Kinerja ekspor industri pengolahan tergolong baik dengan pertumbuhan 1,73 persen pada 2023.

Baca juga: Respons Temuan PPATK, Kemenperin Tegaskan Penerbitan Pertek Impor TPT Sesuai Prinsip Good Governance

Kemudian, pertumbuhan melonjak pada 2024 mencapai 6,85 persen dan terus melanjutkan kenaikan pada 2025 menjadi 7,03 persen.

Di sisi lain, impor barang dan jasa masih mengalami penurunan. Pada 2023, sektor ini minus 1,24 persen, turun 8,15 persen di 2024, dan pada 2025 turun menjadi 4,77 persen. 

Kenaikan ekspor dan penurunan impor merupakan bukti penguatan struktur industri pengolahan nasional. 

”Jadi, berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam tiga tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” jelas Agus.  

Menjaga pertumbuhan industri pengolahan 

Pada 2026, Kemenperin siap memperkuat integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri besar atau industri dalam negeri untuk menjaga industri pengolahan terus tumbuh.

Baca juga: Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Agus mengatakan, hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pemerataan ekonomi nasional. 

”Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil, kami akan meningkatkan integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri nasional,” ujarnya. 

Dia menegaskan, upaya itu tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri, tetapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional.

Agus menambahkan, arah kebijakan pemberdayaan industri kecil ke dalam rantai pasok industri sejalan dengan Asta Cita.

Untuk diketahui, Asta Cita mengamanatkan penguatan industri nasional sebagai motor pertumbuhan ekonomi, peningkatan nilai tambah sumber daya dalam negeri, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta penguatan kemandirian dan daya saing bangsa. 

“Dalam konteks ini, sektor industri pengolahan ditempatkan sebagai penggerak utama transformasi ekonomi menuju struktur ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan,” jelas Agus.

Baca juga: Kemenperin: Susu Ultra Investasi Rp 1,1 Triliun, Penuhi Kebutuhan MBG

Dengan demikian, Agus menegaskan, industri pengolahan tidak mengalami deindustrialisasi, apalagi deindustrialisasi dini.

Hal itu dapat dilihat berdasarkan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB nasional, sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan kinerja ekspor impor.

”Pada 2025, industri pengolahan mengalami tantangan yang sangat berat. Namun, berkat arahan Bapak Presiden melalui Asta Cita dan diterjemahkan ke dalam Strategi Baru Industri Nasional (SBIN), akhirnya industri pengolahan berhasil tumbuh kuat,” jelas Agus.

Tak hanya itu, kata dia, industri pengolahan menutup 2025 dengan mendominasi ekonomi nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pelaku dalam ekosistem industri yang terus menjaga optimisme untuk terus berproduksi,” ucap Agus. 

Baca juga: Perkuat Industri Semikonduktor, Kemenperin Konsisten Bangun Ekosistem “Chip Design” Nasional Sejak 2023

Dia juga mengapresiasi publikasi BPS atas pertumbuhan ekonomi nasional yang membuktikan industri pengolahan tidak mengalami deindustrialisasi maupun deindustrialisasi dini. 

Tag:  #industri #pengolahan #mendominasi #kinerja #ekonomi #nasional

KOMENTAR