Longsor Bandung Barat, Mendagri Minta Pemda Perhatikan Tata Ruang
Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).(Kemendagri)
06:34
26 Januari 2026

Longsor Bandung Barat, Mendagri Minta Pemda Perhatikan Tata Ruang

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah memperhatikan tata ruang dan pemetaan wilayah rawan bencana berkaca dari bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

“Ini juga menjadi pelajaran bagi kita untuk daerah-daerah lain, untuk memperkuat tata ruang. Daerah-daerah rawan seperti ini harus kita petakan,” kata Tito, Minggu (25/1/2026), dikutip dari Antara.

Tito mengatakan, selain faktor hujan deras, kondisi struktur tanah di wilayah tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya longsor.

Menurut dia, tanah di kawasan itu bersifat gembur sehingga kurang kokoh menahan beban.

Mendagri juga menyoroti perubahan fungsi vegetasi di kawasan perbukitan yang dinilai memperparah risiko bencana.

Banyak tanaman pelindung berakar kuat yang digantikan dengan tanaman hortikultura.

“Tanaman pelindungnya yang akarnya menancap ke dalam ya, yang bisa memperkuat struktur tanah itu, banyak berganti hortikultura, sayur-sayuran lain-lain ini ya. Nah itu membuat rentan sekali kalau terjadi hujan deras,” ujar Tito.

Tito menyebutkan, untuk jangka panjang, warga yang tinggal di kawasan rawan longsor perlu direlokasi karena area tersebut sudah tidak layak dihuni.

“Ini harus direboisasi, ditanam. Tanaman-tanaman yang akarnya yang keras, supaya struktur tanahnya bisa menguat kembali. Kalau kembali lagi nanti akan longsor lagi,” kata dia.

Ia menambahkan, pemetaan tersebut perlu dilakukan secara nasional oleh seluruh kepala daerah guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

“Setiap Bupati, Wali Kota, Gubernur harus kita petakan secara nasional. Untuk kita memikirkan potensi kalau terjadi kerawanan hidrometeorologi seperti ini, hujan lebat, hujan deras,” tutur Tito.

Longsor Bandung Barat

Hingga Minggu sore kemarin, Tim SAR Gabungan menemukan 25 jenazah korban longsor Cisarua, Bandung Barat.

Sebanyak 14 jenazah ditemukan pada hari kedua operasi pencarian, Minggu.

Dari jumlah tersebut, berdasarkan data Tim SAR Gabungan, 7 korban ditemukan di worksite A1, enam korban di worksite A2, dan satu jenazah di worksite B1.

Seluruh lokasi tersebut berada di area terdampak longsor yang berada di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

Metode pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan mengombinasikan penggunaan alat berat, pencarian manual oleh personel di lapangan, serta pemantauan udara menggunakan drone UAV.

Proses pencarian terkendala cuaca yang tidak menentu serta kondisi medan yang terjal dan labil menyulitkan pergerakan personel di lokasi bencana.

Tag:  #longsor #bandung #barat #mendagri #minta #pemda #perhatikan #tata #ruang

KOMENTAR