Lengkap, Ini Hasil Identifikasi 7 Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Upacara persemayaman jenazah Anumerta Deden Maulana di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (22/1). (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)
19:48
24 Januari 2026

Lengkap, Ini Hasil Identifikasi 7 Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

- Dari total 10 korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Tim DVI menuntaskan identifikasi 7 jenazah korban. Sedangkan 3 jenazah lainnya sudah berhasil diidentifikasi lebih dulu. Pada Sabtu (24/1), Kabid Dokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Muhammad Haris pun mengungkap secara lengkap hasil identifikasi tersebut.

Kombes Haris menyampaikan bahwa pihaknya menerima 7 bodypack atau kantong jenazah korban dari Tim SAR Gabungan pada Jumat (23/1). Seluruh jenazah itu diterima oleh Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sekitar pukul 14.40 WITA. Setelah itu, pihaknya langsung melakukan identifikasi.

”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” imbuhnya.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu pun mengungkap secara detail hasil identifikasi 7 kantong jenazah tersebut. Berikut riciannya:

Kantong jenazah nomor PM 62 B.05 cocok dengan data antemortem nomor 008 dan teridentifikasi sebagai Yoga Nauval Prakoso. Salah seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu teridentifikasi dari sidik jari, properti, dan ciri medis.

Kantong jenazah nomor PM 62 B.06 dan PM 62B.03 cocok dengan data antemortem nomor 003. Jenazah itu teridentifikasi sebagai kru Pesawat ATR 42-500 atas nama Hariyadi. Korban teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Kanto jenazah nomor PM 62 B.07 cocok dengan data antemortem nomor 001 dan teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Gunawan. Korban adalah kopilot Pesawat ATR 42-500 yang teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, serta ciri medis.

Kantong jenazah nomor PM 62 B.08 cocok dengan data antemortem nomor 007 atas nama Ferry Irawan. Dia adalah salah seorang pegawai KKP yang teridentifikasi dari sidik jari, properti, dan ciri medis.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.09 cocok dengan data antemortem nomor 005 dan teridentifikasi sebagai Dwi Mardiono. Dia adalah kru Pesawat ATR 42-500 yang teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Kantong jenazah nomor PM 62 B.10A, PM 62 B.10 cocok dengan data ante mortem nomor 009 atas nama Restu Adi Pribadi. Salah seorang kru Pesawat ATR 42-500 itu teridentifikasi dari sidik jari, properti, dan ciri medis.

Kantong jenazah nomor PM 62 B.11 cocok dengan data antemortem nomor 010 atas nama Andy Dahananto. Pilot Pesawat ATR 42-500 itu teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Selain 7 jenazah tersebut, 3 jenazah lain yang sudah teridentifikasi lebih dulu terdiri atas Dede Maulana (pegawai KKP), Florencia Lolita (kru pesawat), dan Esther Aprilita (kru pesawat). Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa identifikasi jenazah korban yang dilakukan oleh Tim DVI sudah tuntas.

”Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat sebanyak 10 orang yang terdiri atas 7 kru pesawat dan 3 penumpang,” ungkap dia.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #lengkap #hasil #identifikasi #jenazah #korban #kecelakaan #pesawat

KOMENTAR