Langkah Thomas Djiwandono: Lepas Atribut Gerindra demi Kursi Deputi Gubernur BI
Latar belakang pendidika Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan yang menjadi calon Deputi Gubernur BI.(ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
09:54
22 Januari 2026

Langkah Thomas Djiwandono: Lepas Atribut Gerindra demi Kursi Deputi Gubernur BI

Nama Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Thomas menjadi salah satu nama yang diusulkan pemerintah untuk mengisi posisi tersebut.

“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,” kata Prasetyo di Istana, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat presiden (surpres) berisi nama-nama calon Deputi Gubernur BI kepada DPR RI.

Selanjutnya, para kandidat akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR.

“Ini yang kemudian dilanjutkan dengan Bapak Presiden atau pemerintah mengirimkan Surpres ke DPR karena memang proses pemilihannya ada di DPR melalui uji kompetensi atau fit and proper test,” ujar Prasetyo.

Dia menambahkan, proses pengisian jabatan dilakukan sesuai ketentuan setelah Deputi Gubernur BI Juda Agung menyampaikan surat pengunduran diri.

“Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur, yang kemudian sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, maka kemudian harus dilanjutkan dengan proses mengisi jabatan yang ditinggalkan,” jelasnya.

Gerindra pastikan Thomas sudah mundur dari partai

Seiring masuknya nama Thomas dalam bursa calon Deputi Gubernur BI, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa Thomas sudah tidak lagi menjadi bagian dari kepengurusan Partai Gerindra.

“Pak Tommy (Thomas) Djiwandono itu sudah tidak dalam struktur kepengurusan yang baru sejak kami Munas kemarin. Jadi sebagai pengurus partai itu sudah tidak,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Dasco mengungkapkan, Thomas telah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai sejak 31 Desember 2025.

“Jadi efektif 31 Desember sudah mengajukan pengunduran diri dari pengurus partai, sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus, kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri per 31 Desember 2025,” ucapnya.

Usulan Gubernur BI, bukan Prabowo

Dasco menegaskan bahwa pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI tidak berasal dari Presiden Prabowo Subianto, melainkan dari Gubernur BI Perry Warjiyo.

“Dan kemudian presiden meneruskan surat gubernur BI itu kepada DPR untuk kemudian dilakukan fit and proper. Jadi usulan nama-nama itu bukan dari presiden, tetapi dari gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri,” tandas Dasco.

Pernyataan ini disampaikan Dasco saat merespons kekhawatiran publik terkait potensi berkurangnya independensi BI karena Thomas merupakan keponakan Presiden Prabowo.

Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun juga menyatakan bahwa masuknya Thomas dalam bursa calon Deputi Gubernur BI merupakan usulan Gubernur BI.

“(Saya) kemudian konfirmasi kepada Gubernur Bank Indonesia bahwa memang pengusulan itu datang dari Gubernur Bank Indonesia,” kata Misbakhun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

“Pengusulan nama Pak Thomas itu adalah sebagai respons Gubernur Bank Indonesia atas surat pengunduran diri Pak Juda Agung,” lanjutnya.

Komisi XI DPR pastikan proses sesuai aturan

Misbakhun juga memastikan bahwa Thomas memenuhi seluruh persyaratan hukum, termasuk ketentuan independensi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

“Jadi saya sudah memastikan bahwa semua proses yang berjalan saat ini itu sudah proper secara aturan,” kata Misbakhun.

Dia menambahkan, Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI telah menugaskan Komisi XI untuk menggelar uji kelayakan dan kepatutan.

“Semua mekanisme ini berjalan menurut aturan perundangan-perundangan yang ada,” ujarnya.

Latar belakang Thomas Djiwandono

Berdasarkan laman resmi Kementerian Keuangan, Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada Mei 1972.

Ia merupakan putra dari Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur BI, dan Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.

Thomas menyelesaikan pendidikan Sarjana Studi Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat, pada 1994.

Ia kemudian meraih gelar magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University pada 2003.

Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan magang di majalah Tempo pada 1993, sebelum berkiprah sebagai analis keuangan, konsultan, hingga CEO di sejumlah perusahaan.

Sejak 2008, Thomas juga menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra hingga mengundurkan diri pada akhir 2025.

Pada 18 Juli 2024, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Ia kemudian kembali dipercaya menjabat Wamenkeu dalam Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tag:  #langkah #thomas #djiwandono #lepas #atribut #gerindra #demi #kursi #deputi #gubernur

KOMENTAR