ATR 42-500 Jatuh, Komisi V DPR Harap Kecelakaan Pesawat Tidak Terulang Lagi
Komisi V DPR rapat bersama pemerintah mengenai evaluasi Natal dan Tahun Baru 2026 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
15:14
20 Januari 2026

ATR 42-500 Jatuh, Komisi V DPR Harap Kecelakaan Pesawat Tidak Terulang Lagi

- Ketua Komisi V DPR Lasarus berharap kecelakaan pesawat tidak terulang kembali usai jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurutnya, kecelakan pesawat ATR 42-50 menjadi perhatian serius dalam mengevaluasi sektor penerbangan di Indonesia.

"Jadi kita serius kita menangani ini. Kalau boleh jangan lagi lah ada kejadian yang sama terjadi," ujar Lasarus dalam rapat dengan pemerintah terkait evaluasi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dalam hal ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diminta untuk menginvestigasi secara menyeluruh kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Lasarus menegaskan bahwa investigasi KNKT harus didasari data-data empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Lebih dalam nanti kita serahkan kepada KNKT untuk melihat, mendalami sesuai dengan kewenangannya. Kita bicara soal kecelakaan ini, kalau sudah investigasi ini tidak bisa mengarang, Pak," ujar Lasarus.

Komisi V, kata Lasarus, memiliki banyak pertanyaan terkait kecelakaan pesawat yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan.

Bahkan, dirinya mengaku telah menghubungi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah mendapat informasi mengenai kondisi cuaca saat pesawat ATR terbang.

Lasarus juga bercerita dirinya juga mendapat informasi bahwa pesawat ATR 42-500 itu mengalami kerusakan mesin beberapa waktu sebelumnya.

Dia pun menegaskan KNKT harus menginvestigasi kejadian ini secara menyeluruh.

"Ada beberapa informasi sudah kita kumpulkan dari kejadian. Namun kemudian tentu ini menjadi kewenangan dari KNKT, mohon ini nanti diinvestigasi secara menyeluruh, Pak, karena jatuhnya pesawat ini juga sampai menarik perhatian dunia luar," tutur Lasarus.

Helikopter jenis Caracal milik TNI AU melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 pada hari kedua di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan dengan dibantu helikopter TNI AU berhasil menemukan serpihan pesawat berupa bagian kecil jendela, ekor pesawat serta satu serpihan besar yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1). ANTARA FOTO/Arnas Padda/nym.ANTARA FOTO/ARNAS PADDA Helikopter jenis Caracal milik TNI AU melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 pada hari kedua di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan dengan dibantu helikopter TNI AU berhasil menemukan serpihan pesawat berupa bagian kecil jendela, ekor pesawat serta satu serpihan besar yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1). ANTARA FOTO/Arnas Padda/nym.

Penyebab Pesawat Jatuh Tengah Diinvestigasi

Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dilaporkan mengalami hilang kontak (lost contact) saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.

Penyebab insiden pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, tengah diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Senin (19/1/2026).

"Pada tahap ini, belum dapat ditarik kesimpulan mengenai faktor penyebab kejadian dan kondisi cuaca merupakan salah satu aspek yang akan dianalisis lebih lanjut dalam proses investigasi oleh KNKT," kata Lukman.

Tag:  #jatuh #komisi #harap #kecelakaan #pesawat #tidak #terulang #lagi

KOMENTAR