5 Fakta Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Sulsel
- Pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di sekitar pegunungan Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu (17/1) telah berhasil ditemukan.
Sejumlah fakta mulai terungkap sejak operasi pencarian Pesawat ATR 42-500 beserta korbannya dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT itu diketahui sedang melaksanakan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Jogjakarta menuju Makassar.
Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT).
Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan pesawat yang membawa 11 orang, terdiri dari awak dan penumpang pada Minggu (18/1).
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan.
Berikut fakta-fakta terkini pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros:
1. Pesawat hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan
Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA saat melintasi wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan informasi awal yang diterima otoritas terkait, posisi terakhir pesawat terdeteksi berada di sekitar koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Koordinat tersebut mengarah ke kawasan pegunungan di wilayah Maros yang dikenal memiliki medan terjal dan vegetasi hutan lebat.
Lokasi inilah yang kemudian menjadi fokus utama penyisiran tim SAR gabungan sejak operasi pencarian dimulai.
2. Pesawat membawa 11 penumpang
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan verifikasi terhadap identitas seluruh kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat.
Data manifes resmi akan diumumkan setelah proses pencocokan dan konfirmasi selesai dilakukan oleh otoritas terkait.
3. Serpihan pesawat ditemukan di puncak Gunung Bulusaraung
Tim SAR menemukan serpihan pesawat di puncak Gunung Bulusaraung, pada Minggu (18/1) sekitar pukul 07.46 WITA.
Tim udara melaporkan adanya serpihan pesawat yang terlihat dari helikopter, disusul temuan bagian badan pesawat.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim Advance Jungle Unit (AJU) langsung dikerahkan menuju titik lokasi badan pesawat yang berada di lereng gunung.
Namun, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi medan yang cukup ekstrem.
Evakuasi serpihan pesawat dilakukan melalui jalur pendakian yang dinilai lebih aman, meski jaraknya lebih jauh. Jalur alternatif yang lebih dekat tidak dipilih karena kondisi medan yang sangat terjal.
4. KNKT duga pesawat menabrak Gunung Bulusarung
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengonfirmasi bahwa pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1), menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Benturan keras tersebut mengakibatkan terjadinya ledakan hingga pesawat hancur menjadi sejumlah serpihan.
Meski demikian, KNKT menegaskan bahwa penyebab kecelakaan tersebut belum dapat dipastikan.
Proses investigasi masih berada pada tahap awal dan memerlukan analisis lebih lanjut terhadap berbagai data pendukung.
5. Tim SAR temukan satu korban meninggal dunia
Hingga Minggu (18/1), tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal serta sejumlah bagian pesawat ATR 42-500 di area operasi di lereng Gunung Bulusaraung.
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar mengatakan, operasi pencarian berlangsung di medan yang sangat ekstrem dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Tag: #fakta #pencarian #pesawat #yang #jatuh #gunung #bulusaraung #sulsel