Ahok Pernah Diperiksa 10 Jam Sebelum Diminta Bersaksi di Sidang Anak Riza Chalid
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berjalan keluar gedung usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Kejaksaan Agung memeriksa Ahok sebagai saksi dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/Spt.(SULTHONY HASANUDDIN)
12:50
17 Januari 2026

Ahok Pernah Diperiksa 10 Jam Sebelum Diminta Bersaksi di Sidang Anak Riza Chalid

- Kejaksaan Agung (kejagung) menjadwalkan pemeriksaan Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi minyak mentah dengan terdakwa anak Riza Chalid, Muhamad Kerry Adrianto Riza, pada Selasa (20/1/2026).

Namun, karena ada kegiatan lain, Ahok mengaku belum bisa hadir dalam sidang tersebut.

“Saya besok juga keluar negeri dan baru kembali tanggal 26 Januari,” ujar Ahok saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (16/1/2026).

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, Ahok sudah pernah memberikan keterangan kepada Kejagung terkait dengan kasus yang melibatkan anak pengusaha minyak Mohamad Riza Chalid, Muhamad Kerry Adrianto Riza selaku Beneficial Owner dari PT Orbit Terminal Merak.

Diperiksa Saat Penyidikan

Ahok diketahui pernah diperiksa sebagai saksi ketika kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Saat itu, Ahok datang ke Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung sekitar pukul 08.36 WIB pada Kamis, 13 Maret 2025.

Dia diperiksa selama kurang lebih 10 jam dan dicecar sebanyak 14 pertanyaan dari penyidik.

Pertanyaan yang diajukan fokus pada pengawasan tata kelola minyak mentah dan produk kilang di anak perusahaan atau subholding PT Pertamina Patra Niaga.

Usai diperiksa Kejagung, Ahok mengaku kaget karena penyidik tahu lebih banyak hal daripadanya.

"Saya juga kaget-kaget, begitu lho. Kok gila juga ya, saya bilang begitu ya," ujar Ahok kepada awak media di kawasan Kejaksaan Agung, Jakarta Kamis (13/3/2025).

Ditanya Soal Rapat 

Ahok mengaku, dia ditanya soal rapat-rapat yang diikuti ketika masih menjadi komisaris utama, termasuk apa saja arahan yang diberikannya kala itu.

"Ya, saya kasih tahu tentang apa (rapat). Kita pernah pengarahan apa. Itu ada di mana," ujar Ahok kepada awak media di kawasan Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Kepada penyidik, Ahok mengaku ada beberapa arahannya yang tidak dijalankan oleh jajaran Pertamina.

Ketika Ahok diperiksa, Kejagung baru menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus ini.

Para tersangka ini kini sudah menjadi terdakwa dan akan menghadapi sidang lanjutan pada Selasa (20/1/2026).

Sidang Selasa Depan

Untuk sementara ini, JPU akan memeriksa empat orang lainnya, yaitu Menteri ESDM periode 2016-2019, Ignasius Jonan, dan Wakilnya saat itu, Arcandra Tahar.

Lalu, Direktur Utama PT Pertamina periode 2018-2024, Nicke Widyawati dan Luvita Yuni selaku Senior Manager Management Reporting PT Kilang Pertamina International.

Jika keempat saksi ini hadir, mereka akan dimintai keterangan terkait kondisi Pertamina pada masa mereka menjabat.

"Lebih persisnya, saksi-saksi tersebut ingin diminta menjelaskan bagaimana tata kelola Pertamina secara umum, saat itu, di mana dalam pelaksanaannya juga terdapat penyimpangan," jelas Direktur Penuntutan (Dirtut) Jampidsus Kejaksaan Agung, Riono Budisantoso saat dihubungi, Jumat (16/1/2026).

Pada sidang Selasa depan, JPU akan memeriksa lima saksi untuk sembilan tersangka, antara lain:

Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza; Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi; VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono;

Lalu, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati; dan Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.

Kemudian, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan; Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin; Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya; dan VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne.

Tag:  #ahok #pernah #diperiksa #sebelum #diminta #bersaksi #sidang #anak #riza #chalid

KOMENTAR