Mendagri Soroti ''Panic Buying'' Saat Bencana Sumatera, Petik Pelajaran untuk Pemerintah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (ketiga kanan) melihat tumpukan gelondongan kayu pascabencana banjir bandang di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12/2025). Pada kunjungannya ke daerah pedalaman Kabupeten Aceh Timur itu, Mendagri menyerahlkan bantuan untuk pengungsi dan memastikan penanganan bencana banjir bandang yang mengakibat ratusan unit rumah rusak dan hilang diterjang luapan Sungai Lokop pada 26 November 2025 terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Ir
17:20
15 Januari 2026

Mendagri Soroti ''Panic Buying'' Saat Bencana Sumatera, Petik Pelajaran untuk Pemerintah

- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti fenomena panic buying yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera saat dilanda bencana banjir dan longsor pada akhir 2025 lalu.

Menurut dia, kepanikan masyarakat dipicu oleh terganggunya akses logistik akibat longsor dan terputusnya jalur distribusi, terutama di daerah dataran tinggi seperti di Bener Meriah dan Gayo Lues, Aceh.

"Ada beberapa daerah yang juga ada sungainya, itu terdampak banjir bandang dan itu menggerus pemukiman yang ada di kiri-kanannya. Seperti di Bener Meriah dan Gayo Lues," kata Tito dalam rapat pemerintah terkait update penanganan pascabencana Sumatera, Kamis (15/1/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Sehingga terkurung. Nah terkurungnya ini membuat kemudian logistik berkurang. Maka terjadi timbul kepanikan publik masyarakat. Itu yang terjadi di Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Sibolga. Sehingga akhirnya mengakibatkan gangguan ekonomi. Kepanikan masyarakat, panic buying," ujar Tito.

Ia menuturkan, keterbatasan pasokan itu masyarakat berbondong-bondong membeli bahan pangan.

Menurut Tito, hal ini menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk ke depannya, terutama menjaga stok bahan pangan atau logistik.

"Ini jadi pelajaran juga bagi kita. Jadi daerah-daerah seperti ini, yang rawan terkunci, longsor dan lain-lain," ucap Tito.

Sebagai langkah antisipasi, Tito menyarankan agar para pemangku kepentingan seperti Menteri Pertanian, Badan Pangan Nasional hingga Bulog menyiapkan cadangan logistik jangka panjang di daerah rawan.

"Sebaiknya disiapkan stok pasokan di sana minimal 3 bulan," kata eks kapolri tersebut.

Ia mencontohkan wilayah Nias yang secara langsung tidak terdampak kerusakan, namun sangat bergantung pada jalur logistik melalui Kota Sibolga yang terdampak bencana.

"Termasuk Nias. Nias itu enggak terdampak kerusakan, tapi pintu masuknya logistik adalah Kota Sibolga yang terdampak," kata Tito.

Tag:  #mendagri #soroti #panic #buying #saat #bencana #sumatera #petik #pelajaran #untuk #pemerintah

KOMENTAR