Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan Ciptakan Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Multiplier effect Kilang Pertamina mendorong ekonomi Kota Balikpapan, termasuk UMKM, industri dan transportasi lokal.(DOK. Humas Pertamina)
11:10
15 Januari 2026

Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan Ciptakan Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM

- PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.

Salah satu wujud komitmen itu direalisasikan melalui proyek pembangunan Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), yang diharapkan menjadi salah satu penopang distribusi energi bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.

Proyek terintegrasi dari hulu ke hilir tersebut meliputi pembangunan Pipa Gas Senipah, tangki penyimpanan raksasa Lawe-Lawe, Crude Distillation Unit (CDU), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, hingga Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tanjung Batu.

Selain berperan dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional, pembangunan proyek tersebut juga menggerakkan roda perekonomian dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Hal itu dirasakan Yanti, pemilik warung makan di sekitar lokasi Kilang Pertamina Balikpapan.

Setiap hari, warung yang menyediakan menu rumahan tersebut melayani para pekerja proyek pembangunan Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kaltim.

Selama proyek berlangsung, jumlah pengunjung meningkat sehingga pendapatan yang diperoleh mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami bersyukur. Untuk sehari-hari perputaran ada. Mudah-mudahan pekerja Pertamina, Pertamina Hulu Mahakam, dan yang makan siang tetap bisa datang ke warung sekitar sini walau proses pembangunan telah selesai,” ujar Yanti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (15/1/2026).

Dampak positif serupa juga dirasakan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lainnya, seperti Tuti, pemilik Warung Kube Mandiri di Mekar Sari, Kaltim. 

Ia mengungkapkan, warungnya kerap dipadati para pekerja proyek pembangunan kilang Pertamina, terutama pada jam makan siang.

“Makan siang ramai sekali, kadang tempat duduknya juga kurang. Lumayan sekali ada proyek itu dan sangat membantu. Harapannya proyek bisa terus berjalan sehingga yang makan semakin banyak,” jelas Tuti.

Kebahagiaan pelaku usaha tersebut mencerminkan bahwa pembangunan proyek Infrastruktur Energi di Kilang Balikpapan turut menggerakkan perekonomian daerah, termasuk meningkatkan aktivitas UMKM lokal.

Dorong pertumbuhan ekonomi lokal

Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengungkapkan, keberadaan proyek Pertamina di Kaltim dapat membuka dan memperluas lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pada fase konstruksi, Proyek Strategis Nasional (PSN) itu telah menyerap sekitar 24.000 tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari tenaga kerja dalam negeri.

Kemudian, pada fase operasi, kilang di Kaltim tersebut diproyeksikan akan melibatkan sekitar 2.000 tenaga kerja secara langsung.

Pembukaan lapangan kerja tersebut menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa peluang usaha dan lapangan kerja tidak langsung di berbagai sektor pendukung.

“Proyek yang dibangun dan dikembangkan Pertamina tidak hanya berfokus pada penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat,” kata Baron.

Selain menggerakkan UMKM, ia menjelaskan, keterlibatan pelaku usaha setempat juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Kaltim secara keseluruhan.

Keterlibatan pelaku usaha setempat tecermin dalam rantai pasok proyek, penyediaan jasa pendukung, serta pemenuhan kebutuhan logistik dan konsumsi selama masa konstruksi dan operasi.

Baron mengatakan, dalam pelaksanaan pembangunan kilang, Pertamina juga menjaga realisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kisaran 35 persen. 

Kebijakan tersebut merupakan wujud keberpihakan Pertamina terhadap kemampuan industri nasional, baik di sektor manufaktur maupun jasa, agar dapat tumbuh dan berkembang bersama proyek strategis negara.  

Optimalisasi TKDN diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem industri dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 serta terus mendorong program-program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional Pertamina, berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.

Tag:  #proyek #infrastruktur #energi #terintegrasi #kilang #balikpapan #ciptakan #lapangan #kerja #gerakkan #umkm

KOMENTAR