Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Kabari Kunjungan ke Dapilnya: Hargai Kami!
Anggota Komisi IV, Teuku Abdul Khalid dalam rapat kerja pemulihan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan pascabencana Sumatera bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026). (Dok. TVR Parlemen)
19:14
14 Januari 2026

Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Kabari Kunjungan ke Dapilnya: Hargai Kami!

Anggota Komisi IV DPR Teuku Abdul Khalid meluapkan kekesalannya karena Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono tidak memberitahukan kunjungan kerjanya ke Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Teuku mengatakan, Trenggono semestinya mengabarinya sebagai bentuk penghormatan terhadap dirinya yang merupakan wakil rakyat dari daerah tersebut.

Kekecewaan ini ia sampaikan dalam rapat kerja pemulihan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan pascabencana Sumatera bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).

"Pak Menteri, mungkin Bapak kemarin turun, saya lihat di media. Saya juga di Aceh, tapi Bapak juga tidak kasih tahu saya, sehingga saya juga tidak tahu Bapak di mana. Kemudian saya lihat Bapak turun, Alhamdulillah. Tolong hargai kami dikit," kata Teuku, Rabu.

"Tolong hargai kami. Waktu turun, ngomong saja, apa salahnya? Masa turun Menteri di sana, kami kayak kucing kurap, ditanya masyarakat, kami tidak tahu jawab?" imbuhnya.

Anggota DPR Fraksi Gerindra ini mengingatkan Komisi IV adalah mitra kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurut Teuku, KKP sebagai mitra semestinya menginformasikan sejumlah hal yang telah dilakukan kementerian untuk Aceh Tamiang, termasuk pemberian bantuan.

"Saya mohon, dan perlu dipahami, kami mitra. Kalau Bapak rusak, kami rusak. Di saat Bapak kasih bantuan, kasih (tahu) kami, mungkin kami juga ikut viral seperti tim-tim Bapak. Di saat Bapak bagus di lapangan, kami bangga sebagai mitra. Tolong, Ilham telepon saya, Jamal telepon saya, 'Pak Ketua tahu?'. Tidak tahu saya juga," ucap dia.

Teuku memperingatkan agar hal seperti ini tidak boleh terulang lagi.

Ia pun menegaskan kebersamaan antara Komisi IV DPR dan KKP begitu penting.

Teuku menyebutkan, Komisi IV DPR ikut bertanggung jawab ketika KKP mengalami masalah.

"Kalau ke tempat lain, hargai mitra tempat lain. Maaf Pak, Anda kementerian rusak, mungkin Komisi lain tidak seberapa beban. Tetapi kementerian Komisi IV rusak, kami sebagai anggota Komisi IV merasa beban, Pak. Percaya itu, tidak munafik ini," kata Teuku.

Jawaban Menteri KP

Merespons hal itu, Trenggono segera meminta maaf karena tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan anggota DPR di daerah pemilihan DPR tersebut lantaran panik.

Kepanikan itu muncul lantaran KKP sebelumnya tengah membangun kampung nelayan dan merencanakan banyak hal di daerah itu.

"Kami juga panik, sejujurnya. Kenapa panik? Kami sedang membangun kampung nelayan, kami sedang merencanakan banyak hal di sana. Kemudian kami rapat dengan Wamen dan jajaran eselon I, apa yang harus dilakukan? Pasti semua akan mengirimkan bantuan. Yang kita lakukan adalah kira-kira apa yang bisa kita berikan pada saat kejadian itu apa?" ucap Trenggono di rapat yang sama.

Kemudian pada hari kedua kunjungan, pihaknya mengirim bantuan dengan total 250 ton.

Bantuan itu berbentuk makanan hingga baju-baju.

Saat itu, kata Trenggono, ia ditelepon langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyatakan bahwa Aceh Tamiang belum dapat ditembus.

"Kami ditelpon oleh Pak Seskab untuk diingatkan, Aceh Tamiang belum bisa ditembus. Kami lah, mohon izin, mohon maaf, bukan narsis, tetapi kami pertama yang bisa tembus ke Aceh Tamiang. Sekali lagi, kami memohon maaf tidak memberi kabar soal itu," kata Trenggono.

Tag:  #anggota #kesal #menteri #kabari #kunjungan #dapilnya #hargai #kami

KOMENTAR