Menhan Sjafrie ke Prajurit: Pengabdian di TNI Tak Seperti Tukang Sulap
- Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pengabdian prajurit di lingkungan TNI bukanlah hal yang mudah.
Hal tersebut disampaikan Sjafrie saat memberikan arahan kepada prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha, Muara Tae, Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (13/1/2026).
“Pengabdian di lingkungan Tentara Nasional Indonesia tidak seperti membalik tangan, tidak seperti tukang sulap,” kata dia.
Pengabdian sebagai prajurit TNI menuntut perjuangan dan dilandasi semangat nasionalisme serta patriotisme untuk mengabdi kepada negara dan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Semangat Merah Putih harus terpatri di dadamu,” tegas dia.
Sjafrie menyampaikan bahwa prajurit Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha memang berasal dari beragam suku, agama, hingga etnis.
“Akan tetapi, pada saat kalian duduk di sini dan berlatih, dan kamu mengabdi sebagai prajurit, tidak ada lagi perbedaan satu sama lain,” jelas dia.
Menurut dia, hanya ada prajurit TNI yang menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita boleh beragam, tapi kita menjadi satu, yaitu Tentara Nasional Indonesia, yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” ucap dia yang disambut teriakan siap melaksanakan tugas para prajurit.
Dalam kesempatan ini, Sjafrie meminta para prajurit memulai segala sesuatu hal dengan semangat dan disiplin.
“Dengan kamu punya semangat, berarti kamu punya kemauan. Dengan kamu punya disiplin, berarti kamu ada dasar untuk menjalankan kemauan kamu. Disiplin itu adalah napas yang harus kau tanam di rasa, jiwa, dan ragamu,” pungkas dia.
Tag: #menhan #sjafrie #prajurit #pengabdian #seperti #tukang #sulap