Wamenkes Tegaskan Stunting Butuh Penanganan Khusus, Beda dari MBG
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus.(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
14:34
8 Januari 2026

Wamenkes Tegaskan Stunting Butuh Penanganan Khusus, Beda dari MBG

- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus mengatakan, penanganan stunting berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Stunting itu treatment, beda sama makan bergizi," tegas pria yang akrab disapa Benny, usai meninjau program MBG di SMK 1 Jakarta, Kamis (8/1/2025).

Benny menerangkan, program MBG adalah untuk memberikan makanan bergizi khususnya anak sekolah.

Sementara penanganan stunting butuh mekanisme khusus per individu.

Menurut dia, masalah stunting tidak bisa hanya diselesaikan dengan makan bergizi gratis saja.

Sebab, stunting memerlukan penanganan medis yang berbeda untuk setiap orang.

"Makan bergizi semua orang dikasih. Waktu mengatasi stunting, itu orangnya. Orang per orang diperiksa, ada yang berat badannya 1 kilo, ada yang beratnya 2,5 kilo, beratnya 3 kilo, maka dosisnya itu semua akan diatur treatment. Itu kami, itu turun dari kami yang akan turun bekerja sama, itu enggak bisa dengan cara makan seperti ini. Ini treatment," ujar dia.

Kementerian Kesehatan pun tengah menyusun langkah untuk mengurangi angka stunting di Indonesia.

Benny mengatakan, penyelesaian masalah stunting juga sedang berproses.

"Jadi, pertanyaan tadi betul, kami sedang menyusun treatment untuk sekitar 18 persen anak Indonesia yang masuk kriteria stunting itu, itu yang harus kita terapi dengan maksimal. Itu membutuhkan waktu dan strategi tapi sekarang sedang berproses," ujar dia.

Di sisi lain, Benny mengaku, MBG juga dapat menjadi langkah awal perbaikan gizi anak-anak bangsa Indonesia.

Dengan demikian, diharapkan berdampak ke penurunan angka stunting.

Ia berharap, jika semua masyarakat Indonesia sudah merasakan MBG, maka anggarannya juga bisa dimanfaatkan untuk penanganan stunting.

"Jadi, kita justru itu, saya kemarin datang ke Prof Dadan, Kepala BGN, 'Pak, saya ingin kita segera masuk ke treatment setelah selesai yang 82,9 juta ini beres, kita masukkan ke lebih dalam lagi melalui treatment'. Jadi, anggaran selain makan bergizi, kita mulai treatment stunting," ucap dia.

"Tapi, kami menujunya ke sana dong. Harus ke sana. Karena buat apa anggaran sebesar itu enggak dimanfaatkan untuk mengatasi stunting di Indonesia? Kalau anggaran seperti itu kita enggak berhasil ya kita yang salah dong. Harus berhasil. Oleh karena itu, kami yang mengawal dari Kementerian Kesehatan," imbuh dia.

Tag:  #wamenkes #tegaskan #stunting #butuh #penanganan #khusus #beda #dari

KOMENTAR