Buruh Ancam Demo, Minta Batalkan Impor 105.000 Pikap India untuk Kopdes Merah Putih
Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal saat menemui wartawan di titik aksi buruh jawa barat yanh menuntut revisi UMSK di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025)(KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman)
12:08
24 Februari 2026

Buruh Ancam Demo, Minta Batalkan Impor 105.000 Pikap India untuk Kopdes Merah Putih

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, menyebut ribuan buruh akan menggelar demonstrasi guna menuntut impor 105.000 pikap dari India dibatalkan.

KSPI merencanakan aksi itu digelar di depan Gedung DPR RI pada 4 Desember mendatang jika sejumlah tuntutan pembatalan impor pikap tidak dipenuhi.

“Output lainnya dalam aksi tersebut adalah memastikan batalkan rencana pembelian 105.000 mobil pickup dari India,” kata Said dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: 88.519 Buruh Kena PHK di 2025, KSPI: Impor Ugal-ugalan

Menurut Said, rencana perusahaan negara, PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 pikap India untuk kebutuhan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih itu hanya membuat buruh India senang.

Sementara, pekerja sektor industri otomotif di Indonesia justru terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Padahal, dana yang digunakan untuk membeli 105.000 pikap senilai Rp 24,66 triliun itu berasal dari uang rakyat.

“Ini karena mengancam PHK buruh-buruh di Indonesia, hanya membahagiakan buruh India dan menggunakan uang pajak, uang pajak daripada buruh dan rakyat Indonesia untuk negara lain,” ujar Said.

Selama beberapa waktu terakhir, pos pengaduan Partai Buruh dan KSPI, Posko Oranye, telah menerima aduan dari pekerja industri otomotif tanah air.

Mereka merupakan karyawan di pabrik mobil Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Hino Motor yang tergabung dalam KSPI.

“(Mereka) menyatakan bahwa di perusahaan-perusahaan mobil mereka ini punya potensi terancam PHK,” tutur Said.

Baca juga: Asosiasi Ahli Teknik: Impor Pikap Berpotensi Hilangkan Nilai Tambah Ekonomi RI Rp 39 T

PHK massal itu berpeluang terjadi karena impor 105.000 pikap dari India membuat produksi industri otomotif dalam negeri berkurang.

Padahal, saat ini di Indonesia sedang ramai terjadi kasus PHK yang ditandai dengan 100.000 kasus PHK pada 2025, PHK PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin), dan ratusan karyawan Mie Sedaap dirumahkan.

Padahal, kata Said, jika kebutuhan 105.000 pikap dipenuhi dari pabrik lokal akan memicu pertumbuhan ekonomi dan memperpanjang kontrak pekerja.

“105.000 pickup itu kalau diproduksi di dalam negeri di produsen-produsen mobil tadi, itu akan memperpanjang kontrak buruh-buruh yang bekerja di pabrik mobil di Indonesia. Kok malah dikasih ke India? Ini gimana sih cara berpikirnya?” sentil Said.

Diketahui, Agrinas Pangan Nusantara telah meneken kontrak pembelian 105.000 pikap itu dari dua pabrikan India yakni Mahindra & Mahindra (M&M) Ltd dan Tata Motors.

Rinciannya, 35.000 pikap 4x4 dari Mahindra, 35.000 pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyebut, 200 pikap telah tiba dari Mahindra telah tiba di Indonesia.

Pengiriman tahap berikutnya akan dilakukan dengan 400 unit pikap.

"Sampai akhir bulan ini (target) sudah 1.000 unit. Tahun ini 35.000 kita usahakan bisa sampai semua, yang Mahindra," ujar Joao saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jakarta, dikutip Senin (23/2/2026).

Importasi ini menjadi sorotan hingga disindir Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang bertanggung jawab atas industri dalam negeri.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, pabrikan otomotif dalam negeri mampu memproduksi pikap.

Ia juga menyebut, kualitas produk pikap dalam negeri bisa bersaing dengan produk impor dan telah diterima masyarakat.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri,” kata Agus dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).

Tag:  #buruh #ancam #demo #minta #batalkan #impor #105000 #pikap #india #untuk #kopdes #merah #putih

KOMENTAR