Garmin: Tren Kesehatan Bergeser, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental dan Detox Digital
Garmin Forerunner 245, salah satu seri smartwatch Garmin yang dilengkapi fitur Advanced Sleep Monitoring (ASM).(DOK GARMIN INDONESIA)
12:09
24 Februari 2026

Garmin: Tren Kesehatan Bergeser, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental dan Detox Digital

– Perusahaan wearable Garmin, memprediksi tren wellness atau gaya hidup sehat pada 2026 akan mengalami pergeseran.

Jika sebelumnya kesehatan lebih banyak dimaknai sebagai kebugaran fisik dan bebas dari penyakit, kini generasi muda seperti Gen Z dan milenial disebut lebih mengutamakan keseimbangan mental, pengelolaan konsumsi digital, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Prediksi tersebut disampaikan Garmin dalam acara bertema "Time to Reset" pada Senin (23/2/2026) di Jakarta, bertepatan dengan menyambut momentum Ramadhan.

Mengacu pada laporan Gaya Hidup Sehat Indonesia 2025 dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025, Garmin melihat adanya perubahan prioritas dalam memaknai kesehatan.

Baca juga: Strava Rilis Instant Workouts, Mirip Fitur di Garmin

Konsep wellness sendiri dinilai semakin bertumpu pada empat pilar utama, yakni nutrisi sehat, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental (mindfulness), serta hubungan sosial yang berkualitas.

Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, mengatakan bahwa tren wellness saat ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal perubahan kebutuhan masyarakat.

"Ramadhan menjadi momen terbaik untuk menekan tombol 'pause' dan reset menyeluruh, baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan kita terhadap lingkungan," ujar Chandrawidhi.

(kanan) Chandrawidhi Desideriani, Marcom Senior Manager Garmin Indonesia; (kiri) Ridlota Adi Saputro, Sales Deputy Manager Garmin Indonesia Marine Division. KOMPAS.com/YUDHA PRATOMO (kanan) Chandrawidhi Desideriani, Marcom Senior Manager Garmin Indonesia; (kiri) Ridlota Adi Saputro, Sales Deputy Manager Garmin Indonesia Marine Division.

Ia menambahkan, teknologi seharusnya membantu pengguna untuk lebih hadir di momen nyata, bukan justru menambah distraksi.

Salah satu pergeseran yang paling menonjol adalah meningkatnya kesadaran terhadap digital wellbeing.

Di tengah tingginya intensitas penggunaan gawai dan arus informasi yang cepat, banyak anak muda mulai membatasi waktu layar (screen time) dan melakukan detoks digital untuk mengurangi stres serta kecemasan akibat konektivitas berlebihan.

Praktik seperti mematikan notifikasi pada jam tertentu, menetapkan waktu tanpa gawai, hingga mengambil jeda dari media sosial kini menjadi bagian dari gaya hidup baru.

Langkah ini dinilai membantu meningkatkan fokus, kualitas tidur, serta kesehatan mental secara keseluruhan.

Selain itu, praktik mindfulness seperti meditasi, latihan pernapasan (breathwork), yoga, dan refleksi diri juga semakin diminati. Kesehatan mental kini dipandang setara pentingnya dengan kesehatan fisik.

Baca juga: Pesawat Mendarat Sendiri Tanpa Pilot, Teknologi Garmin Selamatkan Dua Nyawa

Garmin juga menyoroti meningkatnya kesadaran terhadap eco-conscious living atau gaya hidup ramah lingkungan sebagai bagian dari tren 2026.

Generasi muda disebut semakin memilih aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, serta mengurangi jejak karbon harian sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Di samping itu, tren wellness tourism diprediksi akan terus tumbuh. Liburan tidak lagi sekadar rekreasi, tetapi menjadi sarana pemulihan fisik dan mental melalui program yoga, meditasi, hingga perawatan spa di destinasi yang menawarkan ketenangan.

Garmin menilai, pergeseran ini menunjukkan bahwa wellness bukan lagi tren sesaat, melainkan kebutuhan jangka panjang. 

Tag:  #garmin #tren #kesehatan #bergeser #anak #muda #utamakan #kesehatan #mental #detox #digital

KOMENTAR