KDM Curhat Tahun 2026 Menantang, Netizen: Parung Panjang Merasakan Hasil Kerja Keras Bapak
Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Bahtiar Ujang Purnama (kiri) bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjawab pertanyaan media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Dedi Mulyadi bersama jajaran di Pemerintah Daerah Jawa Barat melakukan koordinasi dan supervisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait program penyelamatan aset negara, normalisasi sungai, dan pengawasan tata ruang di wilayah Jawa Barat. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
14:16
6 Januari 2026

KDM Curhat Tahun 2026 Menantang, Netizen: Parung Panjang Merasakan Hasil Kerja Keras Bapak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM curhat di akun media sosialnya soal tahun 2026 yang cukup menantang, mengingat Pemprov Jabar kehilangan dana sangat besar hampir mencapai Rp 3 triliun.

Dalam curhatananya di akun media sosialnya, Dedi Mulyadi atau KDM menjelaskan adanya pengurangan dana dari Pemerintah Pusat dan sejumlah faktor lain yang sangat membebani dana APBD.

"Kami sampaikan bahwa di 2026 beban APBD Provinsi Jawa Barat sangat berat. Yang pertama adalah dana bagi hasil pajak dari Pemerintah Pusat ke Provinsi Jawa Barat mengalami pengurangan sebesar Rp 2 triliun 458 miliar," jelas KDM.

"Yang kedua, tahun 2025 hampir ada Rp 600 miliar kegiatan pembangunan yang baru bisa dibayarkan di bulan Januari tahun 2026, sehingga hampir Rp 3 triliun dana 2026 mengalami hilang," imbuhnya.

Selain itu, Pemprov Jabar juga dihadapkan pada tantangan di tahun 2026 ini karena memiliki sejumlah hal yang membebani anggaran. Misalya, beban dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasioal) yang angkanya hampir mencapai Rp 600 miliar setiap tahunnya.

"Kita juga harus membiayai Al Jabbar hampir Rp 50 miliar dalam setiap tahun. Kita harus membiayai Kertajati hampir Rp 100 miliar dalam setiap tahun. Dan kita juga masih memiliki tunggakan BPJS tinggal Rp 300 miliar," katanya.

Menurut KDM, sejumlah beban di atas cukup berat bagi Pemprov Jabar, sehingga tahun 2026 memang sangat menantang di bawah kepemimpinannya.

"Beban ini cukup berat, tetapi anggaran pembangunan mengalami peningkatan tajam. Contoh kecil saja, alokasi jalan yang dulu Rp 3,5 triliun, sekarang menyentuh angka Rp 4,5 triliun. Bukannya turun, tapi naik. Ditambah belanja lainnya juga mengalami peningkatan," katanya.

KDM memastikan komitmennya untuk seluruh masyarakat di Jawa Barat. Hal itu dia tunjukkan dengan menaikkan anggaran untuk kepentingan publik luas di tahun 2026, meski dihadapkan pada tantangan keuangan yang cukup serius.

Di tengah curhatan KDM di akun media sosialnya tersebut, sejumlah netizen justru menghiburnya. Mereka menunjukkan hasil kerja nyata KDM untuk wilayah Parung Panjang yang saat ini sudah berubah drastis akibat perhatian Sang Gubernur dalam memperbaiki jalan dan menciptakan ekosistem lingkungan yang manusiawi.

"Hatur nuhun kang @dedimulyadi71 jalanan Parung Panjang sekarang mulus, aman, tanpa truk tambang. Antar anak sekolah bisa tenang. Semoga sehat terus kang @dedimulyadi71," komentar salah satu netizen.

"Terimakasih @dedimulyadi71, jalan Parung Panjang sudah diperbaiki," timpal yang lainnya.

"Terima kasih atas kerja kerasnya Pak Gubernur. Parung Panjang sudah merasakan hasil kerja keras Bapak. Bapak satu-satunya Gubernur di Jawa Barat yang peduli ke Parung Panjang."

Editor: Abdul Rahman

Tag:  #curhat #tahun #2026 #menantang #netizen #parung #panjang #merasakan #hasil #kerja #keras #bapak

KOMENTAR