Petaka di Pelabuhan Tanjung Buton: Jembatan Ambruk, Avanza Hanyut, dan Alasan di Balik Tragedi
Kondisi robohnya jalan penghubung dari daratan ke dermaga di Pelabuhan Tanjung Buton, Siak, Riau. ANTARA/HO-Tangkapan Layar
13:12
6 Januari 2026

Petaka di Pelabuhan Tanjung Buton: Jembatan Ambruk, Avanza Hanyut, dan Alasan di Balik Tragedi

Baca 10 detik
  • Jembatan trestle dermaga Ro-Ro Pelabuhan Tanjung Buton ambruk pada Senin sore (5/1/2026) setelah bongkar muat selesai.
  • Dampak langsung insiden ini adalah masuknya mobil Avanza dan motor ke laut; dipastikan tidak ada korban jiwa.
  • Fakta menunjukkan jembatan sudah miring sejak 2024, dan Bupati Siak segera berkoordinasi dengan Kemenhub.

Senin sore (5/1/2026) yang tenang di Pelabuhan Tanjung Buton berubah menjadi mencekam.

Jembatan penghubung (trestle) dermaga Ro-Ro tiba-tiba ambruk, memutus urat nadi logistik menuju Kepulauan Riau dan menelan kendaraan ke dasar laut.

Peristiwa ini memicu kepanikan luar biasa dan sorotan tajam terhadap pemeliharaan infrastruktur di Kabupaten Siak.

Berikut adalah 5 fakta krusial di balik ambruknya jembatan Pelabuhan Tanjung Buton yang dirangkum Suara.com:

1. Detik-detik Menegangkan Usai Bongkar Muat

Bencana ini terjadi tepat setelah aktivitas bongkar muat komoditas cangkang dinyatakan selesai.

Saat suasana pelabuhan masih cukup ramai, struktur jembatan tiba-tiba patah dan ambles ke dalam air.

Kejadian yang berlangsung cepat pada Senin sore itu seketika melumpuhkan total akses transportasi logistik yang sangat vital bagi wilayah tersebut.

2. Mobil Avanza dan Motor Terjun Bebas ke Laut

Pemandangan mengerikan terekam dalam kamera warga. Akibat patahnya struktur trestle, satu unit mobil Toyota Avanza putih dengan nomor polisi BM 1648 LO dan sebuah sepeda motor ikut terjun ke laut.

Dalam video yang viral di media sosial, mobil tersebut sempat terlihat terombang-ambing terbawa arus di antara reruntuhan beton sebelum akhirnya proses evakuasi dilakukan.

3. Reaksi Cepat Bupati dan Wakil Bupati di Lokasi

Mendengar kabar insiden tersebut, Bupati Siak Afni Zulkifli bersama Wakil Bupati Syamsurizal langsung terjun ke lokasi kejadian.

Kehadiran pimpinan daerah ini untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan memastikan keselamatan jiwa.

Afni mengonfirmasi bahwa seluruh pekerja dan warga yang berada di sekitar area pelabuhan saat kejadian dalam keadaan selamat.

"Tidak ada korban jiwa," tegasnya di lokasi.

4. Fakta Mengejutkan: Sudah Miring Sejak 2024

Dibalik ambruknya jembatan ini, tersimpan fakta pahit mengenai pengawasan infrastruktur.

Jembatan tersebut ternyata sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak tahun 2024 dan sempat direkomendasikan untuk ditutup karena kondisinya yang sudah miring.

Penyebab utama kemiringan ini diduga kuat karena nihilnya perawatan selama jembatan dikelola oleh PT Samudra Siak dan BUMD Pemerintah Kabupaten Siak, yang secara khusus menangani Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

5. Instruksi Darurat: Hubungi Kemenhub

Menyadari dampak ekonomi yang besar akibat lumpuhnya pelabuhan, Bupati Afni menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam.

Mengingat pengelolaan pelabuhan ini melibatkan lintas instansi, langkah darurat segera diambil.

Bupati langsung melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan untuk mencari solusi perbaikan secepat mungkin agar jalur distribusi logistik tidak terhenti terlalu lama.

Reporter: Tsabita Aulia

Editor: Dwi Bowo Raharjo

Tag:  #petaka #pelabuhan #tanjung #buton #jembatan #ambruk #avanza #hanyut #alasan #balik #tragedi

KOMENTAR