Anggota DPR Dapati Instalasi PDAM di Padang Lumpuh Usai Banjir
Kondisi jalan dekat gerbang Kota Padang Panjang di kawasan Jembatan Kembar menuju Lembah Anai tertimbun material tanah dan bebatuan dari banjir bandang, Kamis (27/11/2025) siang. (ANTARA/HO-PJR Satlantas)
06:10
1 Desember 2025

Anggota DPR Dapati Instalasi PDAM di Padang Lumpuh Usai Banjir

- Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Golkar, Zigo Rolanda, meninjau progres perbaikan dua instalasi pipa masuk (intake) PDAM di Kota Padang, Sumatera Barat, yakni Intake Kampuang Koto dan Intake Lubuk Paraku, terkait layanan air bersih bagi masyarakat usai bencana banjir.

Ketika melihat Intake Kampuang Koto di Kecamatan Nanggalo yang memiliki kapasitas 500 liter/detik, dia mendapati intake tersebut masih lumpuh sementara akibat tertutup sedimen dan material banjir.

Sama seperti di Kampuang Koto, perbaikan Intake Lubuk Paraku berkapasitas 200 liter/detik juga masih berjalan.

Zigo menegaskan percepatan pembersihan agar suplai air bersih di kawasan sekitar dapat segera kembali mengalir penting dilakukan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh tertunda,” ujar Zigo dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Zigo meminta Wali Kota Padang merangkum secara komprehensif data kerusakan akibat banjir di seluruh wilayah Kota Padang.

Data tersebut, kata dia, akan segera disampaikan ke kementerian terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Kemudian, terkait hunian bagi warga yang kehilangan rumah, Zigo menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan program relokasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah daerah diminta menyediakan lahan untuk kawasan permukiman baru, sementara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun rumah khusus bagi warga yang rumahnya rusak total atau hanyut.

Relokasi ini dilakukan berdasarkan persetujuan warga dan memastikan mereka pindah ke lokasi yang lebih aman dari risiko bencana.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan mendesak di posko pengungsian, Zigo memastikan ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama.

Sebanyak 58 hidran umum (HU) akan dipasang oleh Balai BPBPK Sumatera Barat, ditambah 10 mobil tangki air, serta dukungan dua unit mobil tangki dari Jambi untuk memasok air ke seluruh HU tersebut.

“Air bersih tidak boleh terlambat. Keterlambatan akan menimbulkan masalah kesehatan baru bagi para pengungsi,” tuturnya.

Selanjutnya, di posko pengungsian di Guo dan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, terdapat sekitar 400 rumah terdampak banjir.

Zigo menemukan para pengungsi belum mendapatkan akses air bersih.

Zigo kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam skema relokasi dan penyediaan hunian layak bagi warga terdampak.

“Kami yakin langkah-langkah yang diambil ini akan mempercepat pemulihan layanan dasar, terutama air bersih, dan membantu masyarakat Kota Padang bangkit lebih cepat dari dampak bencana,” imbuh Zigo.

Jumlah korban tewas di Sumbar

Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat terus bertambah hingga Minggu (30/11/2025).

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Pusdalops BPBD melaporkan 129 orang meninggal dunia dan 86 orang masih dinyatakan hilang.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan data tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi dari kabupaten/kota terdampak.

Dalam pembaruan terbaru, terjadi peningkatan signifikan jumlah korban di Kota Padang Panjang.

“Perubahan jumlah korban paling signifikan di Kota Padang Panjang. Laporan sebelumnya, di sana hanya 7 orang meninggal dan tidak ada korban yang hilang, sekarang jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 21 orang dan 32 hilang,” ujar Arry di Padang, Minggu.

Tag:  #anggota #dapati #instalasi #pdam #padang #lumpuh #usai #banjir

KOMENTAR