Jerawat Bisa Tambah Banyak Jika Sering Ditutupi Concealer
Ilustrasi concealer sebagai penutup jerawat.(Dok. Shutterstock/Dikushin Dmitry)
19:05
14 Januari 2024

Jerawat Bisa Tambah Banyak Jika Sering Ditutupi Concealer

Dalam ber-makeup (riasan), concealer sering dipakai untuk berbagai fungsi, mulai dari mencerahkan bagian bawah mata hingga menutupi jerawat. 

Namun, sering memakai concealer untuk menutupi jerawat bisa berpotensi memperbanyak jerawat tersebut di wajah. 

"Karena saya perempuan ya, saya mengerti sekali misal kita mau arisan, kita jerawatan, solusinya kita tutupin saja ya," tutur dokter spesialis kulit dr. Margaretha Indah Maharani, SpKK, FINSDV, FAADV, dikutip dari Antara, Minggu (14/1/2024).

Rani melanjutkan, pemakaian sekali-dua kali untuk memperbaiki tampilan sesungguhnya tidak apa-apa. 

          View this post on Instagram                      

A post shared by KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle)

"Tapi kalau untuk daily activity (aktivitas sehari-hari), anak kampus sekarang juga udah banyak pake foundation, pakai concealer, itu jangan. Pasti nambah jerawatan," ujarnya.

Adapun penggunaan concealer, foundationBB cream, dan primer dapat menambah sumbatan pada pori-pori kulit. Jika pori-pori tersumbat, jerawat pun akan bertambah. 

Maka dari itu, ia menganjurkan orang-orang dengan jerawat untuk berfokus ke mengobati dibanding sekadar menutupi. 

"Karena dengan pakai makeup yang sifatnya menutup, misalnya concealer, foundation, BB cream, primer atau segala macam akan meningkatkan sumbatan. Jadi semakin jerawatan. Jadi yang betul jangan ditutupin, tapi disembuhin," jelasnya.

Sering cuci muka bukan solusi untuk jerawat

Ilustrasi membersihkan atau mencuci wajah. PEXELS/RON LACH Ilustrasi membersihkan atau mencuci wajah.

Mencuci muka dengan frekuensi yang terlalu sering juga bukan cara ampuh dalam mengatasi cerawat. Menurut Rani, terlalu sering mencuci muka dapat menyebabkan kulit semakin rentan akan inflamasi.

"Kesalahan orang itu sering mikir dia jerawatan, mukanya 'kotor' jadi cuci muka terlalu sering. Itu salah. Justru itu akan membuat kulit semakin mudah inflamasi. Karena sabun dan air itu sendiri akan meningkatkan reaksi iritasi ringan. Kalau terus menerus juga jadi berat," jelasnya.

Ia menganjurkan untuk mencuci muka dua sampai empat kali. Kalau shalat pun, lanjutnya, tidak harus mencuci muka dengan sabun. Berwudu dengan air saja sudah cukup.

Soal sabun cuci muka untuk kulit berjerawat, Rani menyarankan untuk memiliki kandungan yang lembut.

"Yang bagus itu memilih sabun yang mengandung gentle formula ya. Jadi sabun yang tetap bisa angkat minyak, tapi hydrating also (juga menghidrasi)," tuturnya.

Apakah jerawat lebih baik dipencet atau dibiarkan?

Ilustrasi jerawat di dahi.Freepik Ilustrasi jerawat di dahi.

Jika tengah berjerawat, Rani mengimbau untuk tidak menyentuh atau memegang jerawat tersebut.

"Padahal kan tangan kita kotor. Tapi malah jerawatnya dipegang-pegang, pencet-pencet. Yang tadinya cuma jerawat kecil, besoknya bisa jadi bengkak," kata Rani.

Ia menyarankan untuk mengoleskan acne spot treatment atau dikenal luas sebagai "obat totol jerawat", daripada memencet jerawat tersebut.

Produk-produk tersebut sudah dibuat sedemikian rupa guna mengurangi inflamasi, sekaligus mengempiskan jerawat.

"Ada anti-inflamasi, anti-oksidan. Jadi kalau ditotol, dia akan membantu mengurangi jerawat. Cepat kempis jerawatnya," ujarnya.

          View this post on Instagram                      

A post shared by KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle)

Tag:  #jerawat #bisa #tambah #banyak #jika #sering #ditutupi #concealer

KOMENTAR