BCA Ungkap Modus Phishing Website Palsu KlikBCA Bisnis
PT Bank Central Asia Tbk mengingatkan nasabah untuk mewaspadai beragam modus penipuan, termasuk phishing melalui website palsu yang mengatasnamakan BCA.
Imbauan ini disampaikan menyusul laporan nasabah bisnis terkait transaksi transfer dana yang ramai dibahas di media sosial.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyampaikan, perseroan telah berkomunikasi langsung dengan nasabah terkait dan melakukan investigasi lanjutan.
“Berdasarkan kronologis yang disampaikan nasabah dan hasil penelusuran yang kami lakukan, kejadian ini merupakan modus penipuan phishing melalui situs web palsu,” kata Hera dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Hera menjelaskan, penelusuran internal juga telah dilakukan untuk memastikan keamanan sistem perbankan BCA. Hasilnya menunjukkan sistem BCA tetap aman.
Imbauan kehati-hatian kembali ditegaskan kepada seluruh nasabah. Perhatian perlu diberikan terhadap website palsu yang menyerupai situs resmi BCA.
Nasabah diminta tidak membagikan data perbankan bersifat rahasia, termasuk Appli Token Key BCA, PIN, OTP, serta kata sandi.
Informasi resmi BCA hanya tersedia melalui kanal resmi. Kanal tersebut meliputi aplikasi haloBCA, nomor Halo BCA 1500888 tanpa tambahan angka, WhatsApp Bank BCA 08111500998 dengan tanda centang biru, Instagram @goodlifebca dengan centang biru, serta situs www.bca.co.id.
Sebelumnya, laporan kehilangan dana nasabah bisnis hingga miliaran rupiah beredar luas di media sosial. Salah satu unggahan berasal dari akun Instagram @realmrbert.
Akun tersebut menjelaskan, korban seharusnya mengakses KlikBCA Bisnis melalui alamat vpn.klikbca.com. Akses justru dilakukan melalui website palsu dengan alamat nyaris serupa, diawali huruf “vpk” dan tampilan menyerupai situs resmi.
Transaksi dilakukan melalui website palsu tersebut. Dana yang ditransfer tidak masuk ke rekening tujuan, melainkan berpindah ke rekening penipu.
Laporan serupa juga disampaikan akun Instagram @tommy********. Akun tersebut mengaku kehilangan dana sekitar Rp500 juta setelah mengakses website palsu KlikBCA Bisnis melalui mesin pencari Google.
Dana tersebut merupakan gaji karyawan yang hendak dibayarkan. Dana akhirnya masuk ke rekening pelaku penipuan.
Tag: #ungkap #modus #phishing #website #palsu #klikbca #bisnis